Cegah Stunting Sejak Remaja, FK UNUD Ajak Calon Pengantin Desa Guwang Belajar Lewat Sosiodrama

Cegah Stunting Sejak Remaja, FK Unud Ajak Calon Pengantin Desa Guwang Belajar Lewat Sosiodrama
Sumber :
  • Dok. FK UNUD/ VIVA Bali

Gianyar, VIVA Bali – Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) mengajak para remaja dan calon pengantin di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui metode edukasi interaktif berbasis sosiodrama.

img_title Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Dijaga 24 Jam, Polda Jatim Terjunkan 60 Personel

Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Udayana Mengabdi tersebut mengangkat tema “Edukasi Pranikah Interaktif: Menggunakan Metode Sosiodrama sebagai Upaya Preventif Stunting Sejak Dini” dan digelar di Ruang Rapat Kantor Perbekel Desa Guwang, Minggu, 30 Agustus 2026.

Program yang diketuai oleh Ns. I Gusti Ayu Pramitaresthi, S.Kep., M.Kep. itu diikuti sebanyak 35 remaja putra dan putri yang merupakan perwakilan dari sejumlah banjar di Desa Guwang.

img_title 16.000 Penonton Penuhi Stadion, Bali United Menang Tipis 2-1 Atas PSS Sleman

Kegiatan dibuka secara resmi oleh PJ Perbekel Desa Guwang I Nyoman Sarwaedi, S.Sos., M.AP.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya memperoleh edukasi mengenai pencegahan stunting, tetapi juga menjalani skrining kesehatan sederhana yang berkaitan dengan kondisi kesehatan remaja.

img_title Tatap Musim Baru, Bali United FC Jadi Klub Indonesia Pertama yang Gandeng Sponsor Jam Tangan Lokal

Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran antropometri berupa berat badan dan lingkar lengan atas (LILA), pemeriksaan tekanan darah, hingga pengecekan kadar hemoglobin (Hb).

Ketua Program Udayana Mengabdi, Ns. I Gusti Ayu Pramitaresthi menjelaskan, edukasi mengenai stunting perlu diberikan sejak masa remaja karena upaya melahirkan generasi yang sehat tidak hanya dimulai ketika seseorang telah menikah atau memiliki anak.

“Pencegahan stunting perlu dipersiapkan sejak dini. Remaja perlu memahami kondisi kesehatan, kesiapan fisik, psikologis, hingga kesehatan reproduksinya sebelum memasuki kehidupan berkeluarga,” ujarnya.

Setelah pemeriksaan kesehatan, peserta diajak menyaksikan video sosiodrama yang mengangkat pesan mengenai pencegahan stunting sejak masa pacaran dan persiapan menuju pernikahan.

Pendekatan sosiodrama dipilih untuk membuat materi kesehatan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja sehingga informasi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mudah dipahami dan diterapkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bertajuk “Investasi Masa Depan: Menjaga Organ Reproduksi Hari Ini untuk Anak Bebas Stunting Esok Hari” yang disampaikan oleh dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked., M.Biomed., Sp.And.
Melalui materi tersebut, peserta mendapat pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi sebagai salah satu bagian dari persiapan membangun keluarga yang sehat di masa depan.

Halaman Selanjutnya
img_title