Di Balik Layanan Modern RSUD Klungkung, Terselip Sejarah Tragedi Erupsi Gunung Agung

Di Balik Layanan Moderen RSUD Klungkung, Terselip Sejarah Tragedi Erupsi Gunung Agung
Sumber :
  • Dewi Divianta/ VIVA Bali

Klungkung, VIVA Bali – Enam puluh tiga tahun lalu, RSUD Kabupaten Klungkung berdiri bukan sebagai gedung megah, melainkan tempat berlindung. Fasilitas tersebut awalnya digunakan sebagai barak penampungan darurat bagi masyarakat yang terdampak letusan dahsyat Gunung Agung pada 1963. Namun, saat ini lokasi penuh sejarah itu telah bertransformasi total menjadi Rumah Sakit Umum Kelas B Pendidikan. Perubahan besar tersebut mengikuti dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Klungkung hingga wilayah Bali Timur yang terus berkembang.

img_title Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Dijaga 24 Jam, Polda Jatim Terjunkan 60 Personel


Direktur RSUD Kabupaten Klungkung, I Nengah Winata menceritakan perjalanan panjang rumah sakit ini dipacu oleh komitmen untuk terus naik kelas. Di mana pada periode 1986 hingga 1988, rumah sakit itu dikukuhkan sebagai Rumah Sakit Tipe D sebelum meningkat menjadi Tipe C.

img_title 16.000 Penonton Penuhi Stadion, Bali United Menang Tipis 2-1 Atas PSS Sleman

“Perubahan tidak hanya terjadi pada klasifikasi, tetapi juga pada sistem pengelolaannya,” kata Winata di Klungkung, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, momen penting lainnya terjadi pada 2012 ketika RSUD Klungkung menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara penuh. Hal itulah yang membawa RSUD Klungkung akhirnya naik kelas menjadi RSU Kelas B Pendidikan pada 2017. Tak hanya itu, perannya semakin meluas. Tak hanya melayani pasien, tetapi juga menjadi wahana pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di kawasan Bali Timur.

img_title Tatap Musim Baru, Bali United FC Jadi Klub Indonesia Pertama yang Gandeng Sponsor Jam Tangan Lokal

Transformasi ini ditopang 1.064 tenaga kesehatan sudah termasuk 58 dokter spesialis, 10 dokter subspesialis, 6 dokter fellowship, ratusan perawat dan bidan. Dengan kapasitas 220 tempat tidur, rumah sakit ini dilengkapi fasilitas rawat jalan spesialis, hemodialisis, ICU/PICU, ICCU, hingga Instalasi Bedah Sentral dengan enam kamar operasi.

Meski membawa perubahan, pengelola rumah sakit tak hanya berhenti pada sektor bangunan fisik dan SDM. RSUD Klungkung juga merambah ranah digital melalui Rekam Medis Elektronik (RME), E-Resep, serta aplikasi Santipadu untuk pendaftaran daring dan pengaduan masyarakat.

Sementara itu, dengan mereka mengedepankan sisi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan melalui berbagai inovasi sosial. Seperti program Pitra Jagra yang memberikan perawatan dan pengantaran jenazah gratis, serta Geni Yasanda untuk transportasi gratis bagi ibu hamil dan bersalin.

“Melalui program Sehati, kami menggunakan pendekatan jemput bola dengan menghadirkan dokter spesialis langsung ke puskesmas untuk mempercepat penanganan kasus risiko tinggi,” pungkas Winata.

Halaman Selanjutnya
img_title