Kisruh Proyek KDKMP di Wongsorejo: Sisa Upah Tukang Rp20 Juta Ngadat
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Kisruh pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kembali menyeruak ke permukaan terkait pembayaran ongkos tukang yang belum juga terbayarkan oleh pihak mandor kendati pekerjaan telah selesai.
Dengan tanpa kepastian, Asmaul Husna menemui VIVA News guna menceritakan peristiwa yang dialaminya.
Warga Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Sisa ongkos pekerjaannya memasang atap untuk KDKMP Alasrejo dan Bajulmati belum dibayarkan sepenuhnya oleh Mandor, Ahmad Taufik.
“Saya sudah nagih ke Pak Taufik (Mandor KDKMP, Ahmad Taufik) hingga beberapa kali namun belum juga berhasil,” ujar Asmaul Husna yang akrab dipanggil Uul tersebut.
Dari total tagihan Rp120.000.000,- (Seratus dua puluh juta rupiah) kini sisa tagihan yang harus dibayarkan sekitar Rp20.000.000,- (Dua puluh juta rupiah).
“Pembayarannya icrit – icrit. Paling kecil 500 ribu dan paling besar 1,5 juta. Jadi bukan pembayaran dalam jumlah besar. Kalau saya tolak pembayaran yang icrit – icrit itu mungkin masih utuh 120 juta,” tutur Uul pada VIVA News.
Upaya penagihan pada mandor Ahmad Taufik sudah menemui kegagalan karena sudah berkali – kali dilakukan penagihan namun hasilnya tetap nihil.
“Akhirnya saya langsung melakukan penagihan ke Kasdim (Kepala Staf Komando Distrik Militer) dan katanya uangnya sudah dikasih semua ke Pak Taufik (Mandor, Ahmad Taufik),” kata Uul mengungkapkan perjuangannya.
Mandor KDKMP Ahmad Taufik membenarkan kewajiban yang belum selesai pada Asmaul Husna alias Uul terkait pembayaran pekerjaan pemasangan atap KDKMP Bajulmati dan Alasrejo.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Taufik membantah telah abai dengan kewajibannya pada pemborong atap tersebut.
Dari total tagihan sebesar Rp120.000.000,- (Seratus dua puluh juta rupiah) sudah terbayarkan Rp101.000.000,- (Seratus satu juta rupiah)
Mandor Ahmad Taufik menyebutkan sistem pembayaran secara bertahap telah disepakati bersama antara pihak Mandor dengan pihak pemborong, Asmaul Husna alias Uul.
“Jadi total hutang saya ke Uul 19 jutaan dan pekerjaan Uul belum sepenuhnya selesai, jadi Uul masih hutang pekerjaan juga pada saya. Tapi untuk masalah pembayaran, tidak perlu kawatir karena dana masih ada dan tersimpan di Kodim. Jadi bukan dana telah habis seperti yang digembar – gemborkan Uul ke sana kemari seperti sekarang ini,” bantah Mandor KDKMP Ahmad Taufik pada VIVA News.