Dieng Culture Festival 2026 Kembali Digelar, Bukan Cuma Soal Musik dan Tradisi, Ada Cerita Kopi di Baliknya

Dieng Culture Festival 2026 Kembali Digelar, Tradisi Rambut Gimbal Jadi Magnet Wisatawan
Sumber :
  • https://rri.co.id/en/art-and-culture/2679284/dieng

Banjarnegara, VIVA Bali –Dataran Tinggi Dieng kembali dipenuhi semarak budaya dan wisata melalui Dieng Culture Festival (DCF) 2026 yang digelar pada 28-30 Agustus di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Mengusung tema “Spirit of Harmony”, festival yang memasuki penyelenggaraan ke-16 ini kembali mempertemukan tradisi masyarakat, potensi wisata, musik, hingga ekonomi kreatif dalam satu perhelatan. Mengacu pada pemberitaan rri.co.id, DCF tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga dinilai memiliki peran dalam memperkuat citra pariwisata Indonesia karena tumbuh dari masyarakat lokal dan mengangkat kekayaan budaya Dieng.

img_title Budaya Mempertahankan Tradisi Lelegesan

Salah satu daya tarik yang kembali mencuri perhatian adalah prosesi ruwatan anak berambut gimbal. Dalam tradisi masyarakat Dieng, rambut gimbal pada anak memiliki makna budaya tersendiri dan proses pemotongannya dilakukan melalui rangkaian ritual. Pada DCF 2026, sebanyak 13 anak mengikuti prosesi ruwatan di Kompleks Candi Arjuna. Momen tersebut bahkan menjadi salah satu magnet bagi wisatawan yang datang untuk menyaksikan langsung tradisi yang masih dipertahankan masyarakat setempat.

Namun, ada satu hal lain yang membuat DCF tahun ini semakin menarik: kopi. Festival Kopi Dieng hadir sebagai bagian dari rangkaian DCF untuk memperkenalkan potensi kopi Banjarnegara sekaligus mempertemukan pelaku kopi dari berbagai daerah. ANTARA mencatat, Festival Kopi Dieng mengusung tema “The Dieng Origin Mountain Coffee” dan menghadirkan kopi robusta, liberika, serta arabika melalui konsep Dieng Coffee Showcase. Pengunjung bahkan dapat melihat perjalanan kopi dari biji hingga menjadi minuman melalui Green Bean Station, Roastery Station, Public Cupping, dan Brewing Station.

img_title Candi Arjuna Dieng, Destinasi Wisata Sejarah Berbalut Keindahan Dataran Tinggi

Kehadiran kopi dalam festival ini membuat DCF terasa lebih dari sekadar perayaan budaya. Di balik secangkir kopi yang dinikmati wisatawan, terdapat cerita tentang petani, pelaku UMKM, pengolahan produk, hingga potensi ekonomi daerah. Festival tersebut juga menghadirkan 14 produk kopi yang telah memiliki indikasi geografis dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Pertemuan berbagai produk kopi tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Halaman Selanjutnya
img_title