Bukan di Indonesia, Jejak Peninggalan Majapahit Ternyata Pernah Berada di Museum Amerika
- @hierrowatch
Jakarta, VIVA Bali –Kerajaan Majapahit memang telah runtuh berabad-abad lalu, tetapi jejak peninggalannya masih tersebar hingga ke berbagai negara. Sejumlah artefak yang dikaitkan dengan era Majapahit bahkan pernah berada di Amerika Serikat, baik sebagai koleksi maupun sebagai bagian dari perdagangan benda antik.
Salah satu yang menarik perhatian adalah sebuah senjata yang disinyalir sebagai meriam cetbang dan tersimpan di Metropolitan Museum of Art (The Met) di New York. Senjata tersebut memiliki simbol yang menyerupai Surya Majapahit pada bagian tengahnya. Keberadaan benda ini menjadi salah satu bukti bahwa teknologi persenjataan Jawa kuno menarik perhatian hingga ke luar negeri.
Menurut keterangan yang dihimpun dari viva.co.id, cetbang merupakan senjata yang digunakan pada masa Majapahit. Cetbang bukan sepenuhnya senjata yang dibuat oleh masyarakat Majapahit. Senjata tersebut diduga berasal dari sisa persenjataan pasukan Dinasti Yuan yang datang ke Jawa pada 1293, kemudian diambil dan dimodifikasi oleh Majapahit sesuai kebutuhan.
Selain senjata, sejumlah arca dan relief peninggalan era Majapahit juga pernah berada di Amerika Serikat. Pada 2024, pemerintah AS mengembalikan sejumlah artefak ke Indonesia setelah benda-benda tersebut disita dalam kasus perdagangan ilegal barang antik Asia Tenggara.
Artefak tersebut bukan benda biasa. Nilai tiga benda yang dikembalikan ke Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 405 ribu atau sekitar Rp6,5 miliar. Salah satunya berupa relief batu yang menampilkan dua tokoh memegang benda yang diduga merupakan buah maja, tanaman yang kerap dikaitkan dengan asal-usul nama Majapahit.
Kasus tersebut memperlihatkan bahwa peninggalan Majapahit memiliki nilai sejarah sekaligus nilai ekonomi yang tinggi. Kondisi ini membuat artefak kuno menjadi sasaran perdagangan ilegal lintas negara. Dalam kasus yang ditangani pengadilan New York, benda-benda tersebut disebut berasal dari penjarahan, penjualan, atau pemindahan secara ilegal oleh jaringan perdagangan barang antik.
Tidak hanya artefak yang telah dikembalikan, viva.co.id juga mencatat bahwa sejumlah benda dari era Majapahit masih dapat ditemukan dalam koleksi museum di Amerika Serikat. Salah satunya adalah celupak atau lampu minyak berbahan logam yang menjadi koleksi Brooklyn Museum. Benda tersebut menunjukkan perkembangan teknologi pengolahan logam masyarakat Jawa pada masa lalu.