Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Pertengahan Tahun, UMKM Tumbuh 22,28 Persen
- https://ntbprov.go.id/storage/file/1785998136_IMG-20260806-WA0052.jpg
Mataram, VIVA Bali –Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan capaian kinerja investasi yang signifikan pada semester pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pemerintah daerah, realisasi investasi di NTB telah berhasil menembus angka 51,26 persen dari target tahunan yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dengan target investasi sekitar Rp64 triliun pada tahun ini, angka realisasi hingga akhir Juni tersebut menunjukkan bahwa iklim investasi di wilayah NTB tetap dalam kondisi yang sangat kondusif.
Dikutip dari www.ntbprov.go.id pada, realisasi investasi yang mencapai angka Rp33,73 triliun ini merupakan cerminan dari ketangguhan struktur ekonomi daerah di tengah tantangan global maupun domestik. Peningkatan target investasi sebesar 6,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan ambisi pemerintah daerah untuk terus mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB agar tumbuh secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja keras kolektif berbagai sektor. Menurutnya, progres tahun ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Pada Semester I Tahun 2025, dengan target investasi yang lebih rendah, capaian realisasi belum mencapai seperempat target. Tahun ini, meskipun target meningkat menjadi sekitar Rp64 triliun, realisasi hingga Semester I sudah mencapai lebih dari 51 persen. Ini merupakan perkembangan yang sangat positif,” ujar Irnadi Kusuma dalam acara Press Release Capaian Realisasi Investasi NTB di Mataram, pada Kamis 6 Agustus 2026.
Penting untuk dicatat bahwa salah satu motor penggerak utama dalam pencapaian ini adalah kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Data menunjukkan bahwa hingga Semester I Tahun 2026, realisasi investasi UMKM mencapai Rp496,68 miliar. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 22,28 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang hanya mencapai Rp406,19 miliar. Pemerintah daerah tampaknya belajar banyak dari pengalaman di akhir tahun 2025, di mana tahun itu investasi UMKM terbukti menjadi faktor penentu dalam menggenapi realisasi investasi daerah hingga mencapai angka 100,2 persen.