Antisipasi Kemacetan Parah, Camat Wongsorejo Resmi Larang Karnaval di Jalan Utama Jawa Bali

Rapat sosialisasi pelarangan karnaval di jalur utama Jawa Bali Kecamatan Wongsorejo
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Pelarangan penggunaan jalan raya utama penghubung Jawa Bali dalam perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus di wilayah Kecamatan Wongsorejo mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Desa (Kades) Bajulmati, Achmad Thoha.

img_title Kesadaran Hukum Tinggi, Jagat Satri Siap Bongkar Bangunan Ilegal Miliknya di Desa Bimorejo

“Jika tetap memaksa menggunakan jalan raya utama penghubung Jawa Bali, maka lebih baik karnaval di Desa Bajulmati tidak usah diadakan,” ujar Kades Bajulmati, Achmad Thoha.

Pernyataan Kades Bajulmati tersebut merupakan bentuk dukungan yang terhadap kebijakan Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan serta Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud dalam rangka karnaval perayaan hari kemerdekaan.

img_title Keseruan Lomba Terompak Raksasa Pelajar SD Wongsorejo Rayakan HUT RI ke-81 di RTH Bajulmati

Kebijakan pelarangan tersebut karena saat kegiatan karnaval itu digelar di jalan raya utama Jawa Bali, kemacetan parah selama berjam – jam hingga puluhan kilometer.

Hal inilah yang mengganggu arus lalu lintas karena lokasi karnaval itu merupakan akses utama serta satu – satu penghubung Jawa Bali.

img_title Skor Telak 4:1! Strategi Lintas Generasi RW 5 Galekan Tak Terbendung RW 1 Dusun Krajan

“Kebijakan pelarangan penggunaan jalan raya di Desa Bajulmati untuk karnaval, bukan kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) Bajulmati sendiri tapi merupakan kebijakan bersama seluruh Pemdes di Wilayah Kecamatan Wongsorejo,” tutur Kades Achmad saat ditemui di ruang kerjanya.

Keputusan pelarangan penggunaan jalan raya utama penghubung Jawa Bali ini merupakan kebijakan Nasional yang diaplikasikan serta diterapkan hingga sektor wilayah Kecamatan.

“Ini bukan kebijakan Kecamatan Wongsorejo namun merupakan kebijakan dari pusat yang diteruskan hingga ke bawah. Pastinya kebijakan tersebut sudah dikaji secara menyeluruh dan mendalam, mari kita sukseskan perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus tanpa harus merugikan pengguna jalan lainnya yang harus terjebak macet hingga berjam – jam lamanya,” kata Kades Bajulmati pada VIVA News.

Dengan kebijakan tersebut, Pemdes Bajulmati mulai mensosialisasikan rencana rute yang akan ditempuh dalam perayaan karnaval Agutusan.

Rute tersebut akan menawarkan keindahan serta segarnya hembusan angin di jalanan desa dan bukan sekedar panasnya aspal jalan raya ditambah bisingnya bunyi klakson kendaraan.

“Untuk rute karnavan sedang dirancang dengan seluruh perangkat serta staf Desa Bajulmati. Pada intinya, perayaan karnaval Agustusan tetap semarak dengan atraksi yang menarik dan bukan karena dimana digelar,” tandas Achmad Thoha meyakinkan.

Halaman Selanjutnya
img_title