Koster Tekankan Koordinasi dengan Tokoh Adat dalam Pengembangan Kawasan Batur
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/07/30/8bd35d24-417a-4632-a552-621b6566d5df.jpeg
Bangli, VIVA Bali –Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa setiap rencana pembangunan di kawasan Batur, Kabupaten Bangli, harus melibatkan dan berkoordinasi dengan para tokoh adat setempat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan kesucian kawasan yang menjadi salah satu pusat spiritual masyarakat Bali.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur Wayan Koster saat menghadiri Upacara Melaspas Purwa Mandala Pura Ulun Danu Batur dan Desa Adat Batur dalam rangka peringatan 100 Tahun Rarud Batur. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan seluruh pihak agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menghormati nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dilansir dari bali.antaranews.com, Koster meminta agar seluruh instansi yang memiliki kewenangan di kawasan Batur menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat sebelum melaksanakan program pembangunan.
"Setiap program yang direncanakan di kawasan tersebut terlebih dahulu dikoordinasikan dengan para tetua adat Batur, dengan demikian setiap pembangunan dan kegiatan dapat berjalan searah dengan nilai, kepercayaan, serta tatanan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun," kata Wayan Koster.
Menurut Koster, kawasan Batur bukan hanya memiliki potensi wisata alam yang besar, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bali. Oleh sebab itu, setiap bentuk pengembangan harus memperhatikan aspek pelestarian agar tidak mengganggu fungsi dan kesucian kawasan.
Ia juga meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangli dan Desa Adat Batur. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang selaras dengan aturan adat sekaligus mendukung upaya konservasi lingkungan.
Koster menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat merupakan kunci dalam menjaga kawasan Batur agar tetap lestari di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan pariwisata. Dengan koordinasi yang baik, setiap program dapat berjalan tanpa mengabaikan nilai budaya yang telah lama dijaga masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penataan kawasan wisata Batur agar lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan. Pengembangan fasilitas diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kelestarian alam, termasuk Gunung Batur dan Danau Batur yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.