Gerakan Tanam Cabai Diluncurkan, Lombok Tengah Libatkan Siswa Kendalikan Inflasi
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/08/01/1005716437.jpg.webp
Lombok Tengah, VIVA Bali –Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi meluncurkan program Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi (Besti) sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah. Program tersebut melibatkan satuan pendidikan di berbagai wilayah Lombok Tengah dengan mendorong para pelajar menanam cabai di lingkungan sekolah.
Peluncuran program dipusatkan di SMP Negeri 1 Praya Tengah dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, penyuluh pertanian, serta para siswa. Program ini menjadi bagian dari gerakan menanam cabai yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sejak usia dini mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga pangan.
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan komoditas cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi yang sering mengalami fluktuasi harga. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga membangun kebiasaan produktif di tengah masyarakat melalui dunia pendidikan.
"Program ini melibatkan satuan pendidikan di seluruh wilayah Lombok Tengah," kata HM Nursiah saat peluncuran program Besti di SMP Negeri 1 Praya Tengah, Sabtu, 1 Agustus 2026 sebagaimana dikutip dari mataram.antaranews.com.
Ia menjelaskan, pengendalian inflasi tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pasar. Menurutnya, diperlukan langkah strategis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar, agar budaya menanam tanaman pangan dapat tumbuh sejak dini.
"Salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan adalah membangun kesadaran dan budaya menanam sejak dini melalui lingkungan pendidikan," ujarnya.
Menurut Wakil Bupati, sekolah menjadi tempat yang strategis untuk menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan pentingnya ketahanan pangan kepada generasi muda. Selain memperoleh materi di ruang kelas, siswa diharapkan memiliki pengalaman langsung membudidayakan tanaman yang bernilai ekonomi.
"Melalui program ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung dalam membudidayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga menilai keberhasilan program Besti sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak. Karena itu, pelaksanaan program harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.