Kabur ke Jakarta, Pelaku Penembakan di Klub Malam Canggu Ditangkap
- Dok. Humas Polres Badung/ VIVA Bali
Badung, VIVA Bali –Pelarian pelaku penembakan di klub malam The Shady Pig, Jalan Pantai Berawa, Canggu, Kuta Utara, Badung, berakhir.
Terduga pelaku berinisial HSH ditangkap tim gabungan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu, 18 Juli 2026 atau kurang dari 24 jam setelah aksi penembakan yang melukai dua orang.
Penangkapan pria usia 49 tahun ini dilakukan oleh tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Bali, Polres Badung, dan Imigrasi Ngurah Rai, dengan dukungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soekarno-Hatta, serta Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.
"Ya benar, pelaku kabur dari Bali dengan menumpang pesawat. Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Minggu, 19 Juli 2026.
Dalam rilis yang diterima Bali.viva.co.id, setelah diamankan, HSH langsung dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses penyidikan lebih lanjut.
"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan respons cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat," kata Aiptu Ayu Inas.
Peristiwa penembakan terjadi di The Shady Pig pada Jumat, 17 Juli 2026 sekira pukul 02.50 Wita.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keributan bermula dari cekcok antara pelaku dengan seorang warga negara China berinisial EA (25).
Melihat pertengkaran tersebut, petugas keamanan klub malam berinisial IMYM berupaya melerai.
Namun pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan.
"Korban security terkena luka tembak di paha kiri yang tembus hingga mengenai korban kedua yang berdiri di belakangnya. Proyektil masih bersarang di paha korban kedua," jelas Aiptu Ayu Inastuti.
Akibat kejadian itu, IMYM mengalami luka tembak tembus di paha kiri, sedangkan EA mengalami luka tembak di paha kiri dan harus menjalani perawatan medis.
Usai kejadian, ratusan pengunjung yang berada di dalam klub malam panik dan berhamburan keluar.
Sementara pelaku bersama rekan-rekannya melarikan diri sebelum polisi tiba di lokasi.
Tim gabungan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta mengamankan barang bukti, termasuk satu proyektil yang diduga berasal dari senjata api yang digunakan pelaku.