BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Cuaca Buruk Intai Aktivitas di Selat Bali

Ilustrasi gelombang pasang di perairan
Sumber :
  • Created by AI

Banyuwangi, VIVA Bali –Bagi anda yang beraktifitas di Selat Bali atau tinggal di kawasan pesisir, seyogyanya meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi gelombang tinggi hingga 2,5 meter. 

img_title Siswa SLTP di Wongsorejo Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Dibawah Umur

Berdasarkan rilis yang didapatkan dari BMKG Wilayah III gelombang tinggi tersebut bisa membahayakan pelayaran di Selat Bali bagi perahu nelayan dan kapal tongkang. 

Pada bagian utara Selat Bali, diperkirakan potensi gelombang dengan kategori sedang pada kisaran 1,25 – 2,50 meter dengan kecepatan angin 4 – 20 Knot sedangkan kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan. 

img_title Nasib Malang Pedagang Nasi Goreng Harjono, Korban Pencurian di Areal Pasar Wongsorejo

“Selat Bali bagian Selatan, kecepatan angin tercatat antara 2 – 15 knot dari arah timur – Tenggara. Tinggi gelombang juga diperkirakan mencapai 1,25 – 2,50 meter,” tulis BMKG wilayah III dalam rilisnya. 

Namun seluruh pengguna selat Bali wajib meningkatkan kewaspadaan karena ketinggian gelombang bisa mencapai hingga 3 meter lebih dibeberapa wilayah akibat pengaruh kecepatan angin. 

img_title Bukan Sekadar Baris-berbaris, Ini Prestasi Bergengsi 25 Siswa Anggota Paskibraka Wongsorejo

“Perahu nelayan dan kapal tongkang dihimbau untuk lebih berhati – hati karena beresiko terhadap keselamatan,” tambah keterangan pada rilis BMKG. 

Berdasarkan data terkini dari BMKG Wilayah III, kondisi sinoptik menunjukkan pola angin permukaan di Perairan Utara dan Selatan Bali umumnya bertiup dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan berkisar 4 - 30 knot. 

“Ada potensi peningkatan kecepatan angin yang signifikan, terutama di Perairan Selatan Bali. Seluruh pengguna jalur pelayaran Selat Bali dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelas keterangan tersebut. 

Himbauan juga diberlakukan bagi nelayan serta pelaku wisata Bahari agar menunda segala kegiatan di Selat Bali hingga kondisi perairan kembali membaik. 

Sejumlah perlengkapan keselamatan laut juga terus dikampanyekan pada seluruh pelaku aktifitas di kawasan perairan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.