Jeritan Petani Wongsorejo: Listrik Padam, Sumur Bor Mati, Tanaman Terancam Gagal Panen

Sumur bor persawahan ikut terdampak pemadaman listrik
Sumber :
  • Istimewa

Banyuwangi, VIVA Bali –Kebijakan pemadaman bergilir yang diberlakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banyuwangi selama sebulan terakhir akibat kekurangan pasokan daya, mulai dikeluhkan pengusaha rumahan yang mulai mengalami kerugian. 

img_title Bukan Sekadar Baris-berbaris, Ini Prestasi Bergengsi 25 Siswa Anggota Paskibraka Wongsorejo

Adalah Mujiati, seorang pengusaha laundry rumahan yang kini mulai terkena dampak akibat kebijakan pemadaman bergilir oleh PLN UP3 Banyuwangi. 

Warga Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini terus mendapatkan keluhan dari pelanggan laundry rumahan miliknya. 

img_title Tumin Warga Desa Alasejo, Lansia Terlantar yang Berjuang Melawan Maut Tanpa Keluarga

Tumpukan baju kotor milik pelanggan terlihat di sudut – sudut tempat laundry milik Mujiati yang tidak terlalu luas. 

“Sebagian besar belum sempat tercuci. Saat akan kita cuci, ternyata ada jadwal pemadaman bergilir. Itu juga ada yang sudah tercuci namun tetap tidak bisa selesai karena belum sempat disetrika,” ujar pemilik loundri rumahan di Desa Bajulmati, Mujiati. 

img_title Pesta Gol 3-0 Lawan PSPW Legend Wonorejo, Ababil FC Sidowangi Kuasai Puncak Grup A!

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami kalangan petani yang kesulitan mendapatkan pasokan air untuk pertaniannya akibat pemadaman bergilir. 

“Saya harusnya dapat jatah pengairan di hari ini (Jumat, 19 Juni 2026) tapi ternyata tidak bisa dialiri karena mendapatkan jatah pemadaman bergilir. Sedangkan besok sudah ada jadwal petani lain dan mereka juga tidak mungkin mau jatah pengairan mereka diberikan pada saya. Ini tanaman saya terancam gagal panen karena pasokan air yang tidak memadai,” tutur seorang petani, Dedi Hermawan. 

Di wilayah Kecamatan Wongsorejo, sebagia besar ladang merupakan areal tadah hujan dan harus mendapatkan pasokan air dari sumur bor. 

Karena jumlah sumur bor yang terbatas, para petani akan mendapatkan pasokan air secara bergiliran namun kebijakan pemadaman bergilir yang diterapkan PLN UP3 Banyuwangi membuat jatah penggunaan sumur bor menjadi tidak merata. 

“Sumur bor tersebut kan menggunakan daya Listrik dari PLN dan saat PLN padam seperti sudah pasti tidak bisa digunakan sumur bor tersebut,” keluh petani lainnya, Nari Saputra. 

Dalam kesempatan terpisah, Manager Unit PLN UP3 Banyuwangi, Pujianto membenarkan adanya pemadaman bergilir yang dialami warga di Kabupaten Banyuwangi. 

“Terkait pemadaman yang terjadi di wilayah kerja PLN UP3 Banyuwangi disebabkan karena  kondisi keterbatasan pasokan daya yang terjadi pada sistem kelistrikan di sisi Pembangkit PLN,” ujar Manager Unit PLN UP3 Banyuwangi, Pujianto. 

Halaman Selanjutnya
img_title