Balinale Perkuat Posisi Indonesia di Peta dunia, Investor Asing Turun Berburu Talenta

Penutupan Festival Balinale 2026 di The Meru, Sanur, Bali
Sumber :
  • Dewi Divianta/ VIVA Bali

Denpasar, VIVA Bali –Ajang tahunan Bali International Film Festival (Balinale) 2026 akhirnya selesai digelar. Even yang digelar 1-7 Juni 2026 itu ditutup dengan film berjudul The End, Balinale sebagai salah satu ajang penting bagi para sineas dalam dan luar negeri beradu ide dan kreatifitas yang dikemas menjadi sebuah film.

img_title Sampah Plastik Jadi Musuh Utama Ekosistem Maritim Indonesia

Festival Dorector Balinale, Deborah Gabinetti mengatakan 34 negara berkumpul di Balinale 2026 membuka peluang kolaborasi hingga investasi untuk industri perfilman nasional.

Menurutnya, Balinale merupakan festival film berbasis kompetisi dengan ragam perspektif budaya dan sinema berbagai belahan dunia. "34 negara kumpul di Bali tahun ini di Balinale. Referensi yang didapat para filmmaker menjadi semakin kaya karena budaya dan warna sinema berkumpul di satu tempat," ujar dia dalam penutupan Balinale 2026 di The Meru, Sanur, Sabtu 7 Juni 2026.

img_title Intip Keseruan Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island Bali

Penutupan Festival Balinale 2026 di The Meru, Sanur, Bali

Photo :
  • Dewi Divianta/ VIVA Bali

Debora menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perfilman karena didukung pasar yang kuat, konektivitas yang semakin baik, dan komunitas sineas yang terbuka terhadap masukan khususnya pengalaman baru.

img_title Marcella Zalianty Ungkap Perfilman Indonesia akan Bertahan asal Tetap Menjadi Diri Sendiri

Baginya, keterbukaan para pembuat film Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat mendorong perkembangan industri ke depan. Debora berharap Balinale bisa menjadi pematik genrasi muda untuk berani berkarya memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.

Pada kesempatan yang sama aktor sekaligus pelaku industri film Donny Damara menyebut perkembangan film Indonesia saat ini jauh lebih maju dibanding beberapa tahun lalu, terutama dari sisi teknologi dan dukungan ekosistem industri. 

Donny menilai pengakuan internasional terhadap Balinale terus meningkat. Apalagi setelah festival Balinale ini menjadi ajang kualifikasi menuju penghargaan piala Oscar untuk kategori tertentu. "Minat terhadap Balinale tidak hanya datang dari kawasan Asia, tapi datang dari negara lain seperti Mesir dan juga Rusia," ucap Donny.

Ia menambahkan sejumlah film Indonesia dengan tema keluarga juga menunjukkan performa positif dan semakin diminati penonton. Di mana sejumlah film Indonesia dengan tema keluarga memiliki nilai positif dan banyak diminati penonton. 

Peluang Sineas, menurut Donny bisa berpeluang menembus pasar global melalui even Balinale sangat kuat.Termasuk hubungan dengan kurator dan juga institusi perfilman global yang dapat membuka akses lebih luas bagi para sineas Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title