Marcella Zalianty Ungkap Perfilman Indonesia akan Bertahan asal Tetap Menjadi Diri Sendiri
- Dewi Divianta/ Viva Bali
Denpasar, VIVA Bali –Aktris cantik Marcella Zalianty yang juga pegiat film Indonesia hadir di even tahunan Bali International Film Festival (Balinale) di Bali. Marcella diketahui menjadi salah satu juri Balinale 2026 digelar di XXI Icon, Sanur, Bali 1 - 7 Juni 2026. Dalam kesempatan itu Marcella mengatakan kondisi industri film nasional saat ini berada dalam fase yang menggembirakan. Di mana keberhasilan perfilman Indonesia bertahan pascapandemi menjadi bukti kuat daya hidup industri kreatif tanah air.
Marcella melihat festival film internasional tersebut bukan hanya menjadi ruang pemutaran karya, tetapi juga wadah pertemuan para sineas Indonesia dengan pembuat film dari berbagai negara. "Kondisi dunia perfilman Indonesia saat ini menggembirakan karena sudah teruji dan mampu bertahan dari masa pandemi. Kita terus berjuang agar film Indonesia tetap hidup dan dicintai masyarakat,” kata Marcella ditemui di sela menyaksikan film-film karya sineas yang dilombakan.
Menurut dia, fim-film yang masuk dilombakan ini dalam berbagai perspektif yang menggunakan pendekatan sinematik ditampilkan oleh para sutradara film di ajang internasional itu. Bahkan, ia menilai beberapa film pendek naratif ditampilkan dari berbagai negara seperti Tunisia, Mesir, Korea Selatan, dan Jerman. Keunikan festival internasional tahunan ini adalah even yang yang memberikan kesempatan semua peserta untuk filmnya bisa ditayangkan di bioskop tempat festival berlangsung, di mana hal ini tidak ditemukan di jalur distribusi manapun.
Balinale menjadi ruang untuk penonton menikmati film dengan sudut pandang dan nilai artistik berbeda dari film di arus utama. "Datang ke Balinale ini kita bisa menonton film-film yang mungkin tidak diputar secara umum di bioskop komersial. Ini nilai plus festinal menjadi penting," tutur Marcella.
Namun, ia juga mengkritisi pentingnya identitas biudaya dalam karya film Indonesia. Ia menjelaskan karakter dan nilai lokal Indonesia menjadi daya tarik yang tidka dimiliki oleh cinema dari negara lain. Salah satunya, menurut Marcella adalah dengan tidak membuat film yang meniru budaya lain seperti Korea. Tapi, menampilkan sisi unik budaya lokal Indonesia akan menjadi pembeda yang kuat di mata dunia. "Tidak menjadi kore-korean, Amerika-amerikaan. Mereka bisa mendunia karena mereka bertahan dengan budaya mereka sendiri. Indonesia juga harus percaya diri dengan karakter, budaya dan nilai-nillainnya," ungkap Marcella.