Karyawan Cuci Motor Dibunuh Rekan Kerja, Jasad Dikubur Tengah Malam

Polisi Rilis Kasus Pembunuhan Karyawan Cuci Motor
Sumber :
  • Dewi Umaryati/ VIVA Bali

Badung, VIVA Bali –Misteri penemuan mayat pria yang terkubur di areal persawahan Jalan Antasura, Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung terungkap.

img_title Penembakan di Klub Malam Canggu, 2 Orang Terluka

Korban berinisial DAD, seorang karyawan tempat cuci motor yang dibunuh secara sadis oleh empat rekan kerjanya sendiri.

Polres Badung merilis kasus ini setelah seluruh pelaku ditangkap di kawasan Jember, Jawa Timur pada 18 Mei 2026.

img_title Koster Tekankan Layanan Publik Berkualitas demi Jaga Citra Pariwisata Bali

Menurut Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, pembunuhan sadis pria 25 tahun ini dipicu dendam lama akibat ejekan dan perundungan di tempat kerja.

“Otak pelaku berinisial DF mengaku sakit hati yang kerap dihina korban DAD mirip China,” jelas Kapolres Joseph, Rabu, 20 Mei 2026.

img_title Mandi di Pantai Greenbowl, 2 Pekerja Hilang Terseret Arus

Perwira menengah melati dua ini juga menjelaskan perencanaan pembunuhan terhadap korban ini muncul setelah korban menghubungi DF untuk mengambil mesin kompresor di tempat cucian motor, Kamis, 7 Mei 2026 dini hari.

“Sekitar pukul 02.00 Wita, korban DAD datang ke lokasi. Saat korban menunduk untuk mengambil kopresor, salah satu pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan botol kosong,” ungkap AKBP Joseph.

Korban dikeroyok menggunakan tangan kosong, mulai dari tendangan hingga pukulan dengan kursi besi.

Setelah korban dipastikan tewas, para pelaku membersihkan seluruh bercak darah di tempat cuci motor.

Jasad korban DAD dimasukkan karung lalu dibawa menggunakan motor ke area persawahan.

“Dalam kondisi gelap, para pelaku menggali lubang sedalam 50 sentimeter menggunakan cangkul. Inilah yang dinamakan kejahatan tidak ada yang sempurna. Tubuh korban tidak terkubur sempurna, kakinya masih terlihat di permukaan,” papar Kapolres lagi.

Lima hari kemudian jasad korban ditemukan warga yang pergi ke sawah.

Selain motif sakit hati, para pelaku juga terjepit masalah ekonomi. Motor dan HP korban dijual dan telah laku Rp2,8 juta namun uangnya belum sempat dibagi.

Dari 4 pelaku yang ditetapkan tersangka, 2 di antaranya masih di bawah umur.