Drama Berdarah di KPH Banyuwangi Selatan, Pembalak Liar Serang Polhutmob!
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali – Aksi pembalakan liar kayu jati di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi selatan masih saja terjadi. Sempat terjadi aksi perlawanan dari para pelaku saat petugas keamanan memergoki mereka saat akan membawa kayu jati hasil curiannya tersebut.
YT terpaksa harus mendapatkan perawatan medis di sebuah rumah sakit di bilangan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Selasa, 12 Mei 2026.
YT mengalami luka akibat terkena sayatan senjata tajam jenis parang miliknya saat berusaha melawan petugas keamanan Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) KPH Banyuwangi Selatan.
Sebelumnya YT bersama dua orang rekannya tertangkap tangan Polhutmob sedang membawa kayu jati yang diduga hasil curian menggunakan gerandong sekira pukul 18:00 Wib.
“Saat diperiksa petugas, di gerandong tersebut terdapat tumpukan kayu jati, parang serta mesin chainsaw. Ada juga 2 orang pekerja serta seorang pengemudi grandong,” ujar Komandan Regu (Danru) Polhutmob KPH Banyuwangi Selatan, Edi Wibowo.
Pemeriksan yang dilakukan petugas keamanan Polhutmob KPH Banyuwangi Selatan ini sempat mendapatkan perlawanan dari para pelaku.
Petugas keamanan juga dikabarkan sempat meletuskan senjata api ke udara guna meredakan suasana yang mulai ricuh.
“Mereka kemudian melarikan diri dengan cara melompat dari atas gerandong. Seorang pelaku yang diduga Bernama YT terjatuh dan tangannya terluka akibat tersayat senjata tajam jenis parang yang dibawanya,” tutur Edi Wibowo pada Jurnalis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lokasi pembalakan liar kayu jati tersebut diduga berada di Dusun Bangkandel, Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
“Pada pengungkapan kali ini, kami mendapati sebanyak 29 batang kayu jati ukuran sekitar 2,5 meter dengan kualitas A1 dan A2 di atas grandong tersebut. Selain itu, terdapat mesin senso yang diduga digunakan untuk menebang pohon di dalam kawasan hutan,” kata Danru Polhutmob tersebut.
Petugas juga menduga para pelaku kembali masuk ke kawasan hutan setelah jam kerja usai untuk mengambil kayu jati hasil tebangan. Bahkan, diduga mereka juga merobohkan pohon bukaan baru di area hutan Perhutani.
Saat ini, pihak Polhutmob bersama Perhutani KPH Banyuwangi Selatan masih melakukan pengecekan lacak balak di lokasi hutan guna memastikan asal-usul kayu jati tersebut.