Akses Sulit ke Lahan Kades, Alasan Utama Pabrik 600 Juta di Desa Alasbuluh Jadi Pajangan
- Created By AI
Banyuwangi, VIVA Bali – Dana hibah dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Provinsi Jawa Timur ditempatkan di lahan milik Kepala Desa (Kades) Alasbuluh, Abu Sholeh Said. Bantuan senilai lebih dari Rp 600.000.000,- (Enam ratus juta rupiah) untuk pendirian pabrik pengeringan jagung yang dialokasikan pencairannya pada tahun 2013.
“Saat itu tidak ada lokasi yang dianggap tepat. Jadi karena lahan ladang saya dianggap sesuai, dibangunlah bangunan pabrik pengeringan jagung tersebut,” ujar Kades Alasbuluh, Abu Sholeh Said.
Pernyataan tersebut menjadi bukti pembenaran jika lokasi pembangunan pabrik pengeringan jagung tersebut memang berada di lahan ladang pribadi milik Kades Alasbuluh, Abu Sholeh Said.
“Lokasi pabrik di lahan ladang pribadi saya dianggap tepat karena bisa mencakup seluruh petani dari dusun sekitar. Harapan semula memang demikian karena secara geografis berada di tengah tengah,” tutur Kades Alasbuluh di ruang kerjanya.
Bantuan dana hibah BKK dari Provinsi Jawa Timur tersebut diberikan pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berada di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Bantuan tersebut senilai lebih kurang Rp 600.000.000,- (Enam ratus juta rupiah) yang diberupakan sebuah bangunan pabrik pengeringan jagung pada tahun 2013.
Pendirian pabrik pengeringan jagung tersebut bertujuan untuk mempermudah petani di kawasan jalan yang sulit diakses lebih mempermudah dalam melakukan pengeringan jagung hasil panen mereka.
“Sedangkan pengelolaan operasional pabrik tersebut berada ditanggung jawab Poktan (Kelompok Tani) yang berada di sekitar lokasi pabrik pengeringan jagung itu,” kata Abu Sholeh Said pada VIVA News.
Kades Alasbuluh tersebut memastikan bangunan pabrik tersebut bukanlah milik pribadinya namun tetap milik seluruh masyarakat Desa Alasbuluh.
Namun keberadaan bangunan pabrik pengeringan jagung di areal pribadi Kades Alasbuluh seolah menjadi pembenaran akan kepemilikan.
Sudah lebih dari 1 dekade, pabrik pengeringan jagung di Dusun Karangbaru, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut tidak berfungsi secara optimal.
Fasilitas pabrik pengeringan jagung itu hanya digunakan sebentar oleh petani yang tinggal di sekitar lokasi dan mangkrak hingga saat ini.