12 Juta Orang Alami Depresi, DPR RI Minta Psikolog di Tiap Puskesmas
- Dewi Divianta/ Viva Bali
Jakarta, VIVA Bali –Sihar Sitorus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IX mendorong di setiap puskesmas memiliki 1 psikolog, inisiasi tersebut datang dari dirinya sebagai agenda nasional. Kepada awak media Sihar menjelaskan persoalan kesehatan mental di Indonesia sudah menjadi krisis yang dampaknya menimpa semua lapisan masyarakat. Ia menyoroti data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tentang masyarakat dengan gangguan mental dalam sebuah angka yang fantastis.
"19 juta lebih jumlah penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun, mengalami gangguan mental emosional," kata Sihar di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.
Anggota DPR RI tersebut menyoroti kebijakan yang abai terhadap kesehatan jiwa bukan kebijakan netral. Menurut Sihar hal itu bisa meninggalkan luka yang menumpuk tiap tahunnya dan tersaji dalam angka. Sementara, 12 juta lainnya dari penduduk indonesia mengalami depresi. Dari angka tersebut, orang yang menanggung beban gangguan mental itu bukan gagal sendiri. "Artinya. Mereka tumbuh dengan sistem yang tidak menyiapkan layanan," tutur Sihar.
Tak hanya itu, Sihar menyebut hal tersebut cerminan dari kondisi yang diwariskan. Dari pola asuh, lingkungan sosial, juga kebijakan pemerintah yang selama puluhan tahun tidak menempatkan kesehatan mental sebagai prioritas.
"Dampak terbesarnya penggunaan narkotika bisa dilihat dari data BNN. Mereka terjerumus bukan karena tidak tahu bahayanya, mencari pelarian karena tidak punya ruang bicara, tidak ada psikolog yang bisa mereka datangi. Penyalahgunaan zat adalah tanda darurat kesehatan mental yang tidak dijawab," tegas Sihar.
Sihar menegaskan, apabila angka 19 juta lebih itu adalah warisan masa lalu. Hal tersebut menjadi hal mengkhawatirkan untuk generasi muda saat ini. Namun yang memperburuk adalah betapa sempitnya akses penanganan. Bahwa hanya 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang mengakses layanan konseling atau fasilitas kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Artinya, dari belasan juta remaja yang membutuhkan pertolongan, hampir semuanya tidak terjangkau sistem.
"Saat ini terdapat lebih dari 10.292 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Program 1 Puskesmas 1 Psikolog bukan ide baru yang sulit, ia adalah keputusan kebijakan yang selama ini belum diambil," kata Sihar.