Berlanjut, Reskrim Polsek Wongsorejo Periksa Saksi Laporan Pada Sekdes Sumber Kencono Moch As’ad
- Created by AI
Banyuwangi, VIVA Bali –Pasca pelaporan dugaan pemerasan oleh Sekertaris Desa (Sekdes) Sumber Kencono Moch As’ad ke Polsek Wongsorejo oleh Busairi, polisi bertindak cepat. Penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Wongsorejo telah memanggil dan memeriksa saksi termasuk pelapor untuk dimintai keterangan.
Hingga saat ini sedikitnya 3 orang saksi telah menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik Reskrim Polsek Wongsorejo.
Mereka adalah pelapor, Busairi warga Dusun Krajan, Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Selain itu, 2 orang warga lainnya yang dianggap mengetahui peristiwa dugaan percobaan pemerasan oleh Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad tersebut juga diperiksa penyidik Reskrim Polsek Wongsorejo.
“Saksi pelapor serta sejumlah pihak yang kami anggap mengetahui (peristiwa dugaan pemerasan) hal itu kami mintai keterangan,” ujar Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan melalui Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo Aipda Oktorio Wisnu Pradana.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk segera mengungkap laporan polisi terkait dugaan pemerasan yang dilakukan Sekdes Sumber Kencono Moch As’ad.
“Semua laporan yang masuk (ke Polisi) pasti kita akan proses sesuai dengan ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutur Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo, Aipda Oktorio Wisnu Pradana.
Kasus hukum ini bermula saat keluarga Busairi sebagai ahli waris dari Sahri merasa dipersulit oleh Sekdes Sumber Kencono dalam memperoleh haknya.
Busairi berniat mendapatkan dokumen surat tanah berupa karawangan yang berada di data arsip Kantor Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena penanggung jawab administrasi Desa Sumber Kencono, Sekdes Moch As’ad jarang berada di ruangan.
“Datang ke Balai desa sudah berkali-kali. Pesan wa sudah, pesan suara sudah tapi tetap tidak direspon. Telp sudah beberapa kali tapi juga tidak diterima (Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad). Karena perihal inilah saya merasa dokumen saya sengaja diboikot (Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad) tanpa alasan yang jelas,” tutur Busairi pada VIVA News.