Terungkap, WNA Rusia Lulusan Biologi Diduga Kelola Lab Narkoba di Gianyar
- Dewi Umaryati/ VIVA Bali
Gianyar, VIVA Bali –BNN RI mengungkap laboratorium narkoba di Villa De Bale Mercapada, Jalan Padat Karya Gang Bunga Padi, Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Dari pengungkapan ini, dua WNA asal Rusia telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah seorang perempuan berinisial NT dan seorang laki-laki berinisial TS.
“NT ditangkap saat menjalankan pembuatan narkotika golongan satu jenis mephedrone di dalam vila. Sementara satu pelaku lagi ditangkap di daerah Sukawati,” ungkap Plt Deputi Pemberantasan BNN RI, Brigjen Roy Hardi Siahaan, dalam jumpa pers Sabtu, 7 Maret 2026.
Kepada Bali.viva.co.id, Brigjen Roy juga mengungkap latar belakang NT sebagai lulusan Biologi dari sebuah kampus di Rusia.
Sementara TS sebelumnya pernah mengenyam pendidikan tentara di negara asalnya namun tak lagi melanjutkan profesi militer lantaran ada cedera di belakang bagian tubuhnya.
Terungkapnya Lab Narkoba di Blahbatuh, Gianyar ini bermula dari identifikasi tim bea cukai Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, ada pengiriman bahan kimia dengan tujuan Bali.
Setelah diperiksa, bahan itu diketahui untuk bahan pembuatan narkotika.
Ditambahkan Direktur Interdiksi Narkotika Dirjen Bea Cukai, Syarif Hidayat, pengiriman barang dilakukan dari Cina ditujukan kepada pelaku NT.
Tersangka TS Digiring Masuk ke Dalam Vila
- Dewi Umaryati/ VIVA Bali
“Intinya ada barang lain yang dikirim dari Cina berdasarkan pesanan dari seseorang pada 21 Januari 2026 melalui jasa ekspedisi. Untuk menindaklanjuti ini, kami bekerjasama dengan rekan-rekan dari BNN,” jelas Syarif.
Dari pengungkapan ini, BNN RI menyita 7,3 kilogram narkotika jenis mephedrone siap edar dan sejumlah bahan pembuatan serta alat-alatnya yang ditemukan di mobil maupun di kamar dalam vila.
“Mephedrone ini efeknya halusinasi yang dapat digunakan melalui 4 cara, yakni dibakar untuk dihirup, dibentuk pil seperti ekstasi, disuntik dalam larutan dan berbentuk padat. Jenis narkotika ini bisa dibuat sesuai pesanan,” papar Brigjen Roy.
Masih menurut jenderal bintang satu ini, mephedrone ini memang menyasar komunitas tertentu dalam hal ini warga Rusia dengan harga per gram nya biasa dijual sangat mahal yakni Rp6 juta.
“Meski sudah ada yang jadi, narkotika ini belum sempat beredar. Kita memang sengaja membiarkan yang bersangkutan untuk produksi terlebih dahulu sebelum akhirnya digerebek untuk dicegah agar tidak sampai diedarkan,” tegas Brigjen Roy.