Sengkarut KDMP Bajulmati: Mandor Anggota DPRD, Progres Melambat Jelang Pekan Terakhir
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Sepekan menjelang batas akhir 90 (Sembilan puluh) hari kerja pada proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bajulmati, hingga kini progress pembangunan masih kurang dari 50 persen. Kondisi ini mendapatkan keluhan dari Ketua KDMP Bajulmati yang menganggap progress pembangunan KDMP Bajulmati jauh dari target yang telah ditetapkan.
“Peletakan batu pertama (proyek pembangunan KDMP Bajulmati) adalah tanggal 9 Desember 2025 jadi tanggal 9 Maret 2026 adalah genap 90 hari kerja,” ujar Ketua KDMP Bajulmati, Heri Kuswanto.
Namun sepekan menjelang batas akhir waktu kerja, progress pembangunan KDMP Bajulmati masih jauh dari harapan.
Berdasarkan asumsi pandangan mata, hingga saat ini hasil kerja progres pembangunan KDMP Bajulmati kurang dari 50 persen.
Dengan asumsi hasil tersebut, dapat dipastikan progress pembangunan KDMP Bajulmati dalam kategori lambat.
“Sesuai dengan Inpres (Instruksi Presiden) nomer 17 Tahun 2025 semuanya sudah cukup jelas. Batas waktu kerjanya adalah 90 hari kerja tapi di KDMP Bajulmati ini, kurang dari sepekan batas waktu berakhir tapi tetap saja tidak ada hasilnya,” tutur Heri Kuswanto pada VIVA News.
Asumsi tersebut didasarkan pada hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) pada lokasi proyek pembangunan KDMP oleh Ketua KDMP Bajulmati, Kepala Desa (Kades) Bajulmati serta Ketua BPD Bajumati bersama seluruh anggota.
Dari sidak tersebut diketahui banyak kekurangan dalam pelaksanaan proyek pembangunan KDMP yang dimandori oleh Ahmad Taufik seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi.
“Beberapa bagian dari bangunan ini belum ada pada yang mencapai tahap finishing (penyelesaian). Semua bagian yang disidak masih belum bisa dikatakan selesai tahap pembangunannya, sedangkan minggu depan sudah batas akhir pembangunannya,” keluh Ketua KDMP Bajulmati usai melakukan sidak.
Terkait temuan tersebut, mandor KDMP Bajulmati Ahmad Taufik mengakui hasil proyek pembangunan KDMP yang menjadi tanggung jawabnya tidak optimal.
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Banyuwangi tersebut berdalih hal itu terjadi akibat faktor cuaca serta alam.
“90 hari itu sebenarnya target masa penggarapan dalam estimasi waktu kondisi normal. Namun kondisi di lapangan tidak bisa dipastikan baik-baik saja,” bantah mandor KDMP Bajulmati Ahmad Taufik.