Menu Kering MBG SPPG Sumberanyar Disorot, Standar Gizi atau Strategi Cari Untung?
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Keluhan terhadap kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberanyar kembali terjadi. Wali murid menuding, paket menu yang disuguhkan pada para siswa hanya mengejar keuntungan finansial semata tanpa memperdulikan kualitas makanan.
Inilah paket menu kering MBG yang didistribusikan pada 2.085 siswa yang tersebar pada sejumlah sekolah oleh SPPG Sumberanyar. Rabu, 25 Februari 2026.
Menu tersebut berupa telur puyuh rebus, buah pir, roti manis dan kacang koro yang nantinya bisa dinikmati saat berbuka puasa.
Namun paket menu tersebut dinilai oleh wali murid tidak layak terutama jika dikaitan dengan pemenuhan gizi anak.
“Menu ini saya pikir tidak sesuai dengan standart gizi. Apakah ini yang disebut menu layak untuk anak-anak sekolah?,” ujar seorang wali murid, Nasir.
Dalam penjelasannya, Nasir juga menuding bahwa paket menu hari ini dari SPPG Sumberanyar hanya mengejar keuntungan finasial semata dengan mengorbankan anak-anak.
“Jika menunya hanya seperti ini berarti itu dapurnya cuman cari keuntungan semata. Silakan cari keuntungan tapi ya janga keterlaluan juga seperti ini,” keluh Nasir saat menghubungi VIVA News.
Sementara itu, Kepala SPPG Sumberanyar Ridho Wismandana dari Yayasan Admajha Surabaya membenarkan jika paket menu yang dibagikan hari ini merupakan menu kering.
“Benar pak menu hari ini (Rabu, 25 Februari 2026) telur puyuh rebus, buah pir, roti manis dan kacang koro,” tutur Kepala SPPG Sumberanyar, Ridho Wismandana.
Namun Ridho Wismandana membantah jika paket menu tersebut tidak memiliki asupan gizi yang cukup untuk kalangan anak-anak.
“Asupan gizi pada menu kering hari ini adalah Energi 395,1 Kkal, Kh 58,6 g, Protein 14,9 g serta Lemak 11,8 9 dan Serat 10,6 g,” jelas Kepala SPPG dari Yayasan Admajha Surabaya tersebut.
Sedangkan Mitra Dapur SPPG Sumberanyar, Erna belum berhasil dihubungi terkait adanya keluhan dari wali perihal kualitas paket menu kering MBG yang dikirimkan pada 2.085 penerima manfaat.
Keluhan terhadap rendahnya kualitas paket menu distribusi dari SPPG Sumberanyar bukanlah kali pertama terjadi.
Sebelumnya, 1.170 paket menu MBG yang didistribusikan pada 7 sekolah juga dikeluhkan wali murid karena diduga makanan telah bau.