8 Lubang Menganga di Plafon Kantor Desa Sumber Kencono Bahayakan Warga
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Entah sampai kapan, staf Desa Sumber Kencono harus bekerja dalam kondisi kawatir tertimpa plafon rusak. Sedikitnya 8 lobang plafon menganga diatas ruang pelayanan Kantor Desa Sumber Kencono. Jebolnya atap plafon tersebut juga menimbulkan kekawatiran pada warga yang sedang mengurus keperluan administrasi di ruang pelayanan Kantor Desa Sumber Kencono.
Sekilas tidak ada yang janggal saat memasuki ruang pelayanan masyarakat di Kantor Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Senin, 23 Februari 2026.
Namun saat melongok ke atas, rasa kekawatiran sontak langsung muncul kala mengetahui plafon ruang pelayanan telah jebol.
Bukan hanya satu, sedikitnya 8 plafon telah jebol dan terlihat lobang menganga yang cukup lebar dan sangat membahayakan terutama bagi warga yang ada di dibawahnya.
“Iya, itu ambrol setelah diguyur hujan deras waktu itu. Atapnya tidak kuat, akhirnya air hujan menjebol plafon itu,” ujar Kepala Desa (Kades) Sumber Kencono, Kusnan.
Kondisi plafon yang masih jebol tersebut membuat pelayanan pada masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi terganggu.
Sebagian besar dari masyarakat tersebut kawatir kalau plafon akan jebol kembali secara tiba-tiba karena kondisi plafon lain yang juga sudah mulai lapuk.
“Sebelumnya staf kan bekerja di bawahnya (plafon rusak) sekarang sudah saya geser ke tempat yang lebih aman. Kalau seperti ini staf dan warga juga tidak perlu kawatir lagi,” tutur Kades Kusnan pada VIVA News.
Bukan hanya hujan deras yang terus berlangsung sejak awal tahun 2026, usia bangunan Kantor Desa Sumber Kencono yang sudah usang ikut memicu jebolnya plafon ruang pelayanan.
“Ini juga bukan bangunan baru, kalau tidak salah ini bangunan sejak tahun 70 atau 80an. Jadi memang dari segi usia bangunan sudah merupakan banguann tua,” kata Kades Sumber Kencono di ruang kerjanya.
Dalam perkembangnya, hingga saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) Sumber Kencono belum memiliki anggaran untuk dilakukan perbaikan terkait kerusakan plafon tersebut.
Pengajuan anggaran perbaikan sudah diajukan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi namun hingga saat ini belum ada realisasi.