Disfungsi Manajemen Proyek KDMP Alasbuluh: Pekerja Mundur, Material Ngawur
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Kisruh pelaksanaan proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Alasbuluh ternyata sudah terjadi beberapa kali. Kisruh ini terkait tidak dibayarnya ongkos tukang hingga pembayaran material pada toko bangunan yang ternyata harus ditalangin terlebih dahulu oleh Ketua KDMP Alasbuluh, Dadang Supandi.
“Saya harus talangin uang ongkos tukang dan bayar material pada toko bangunan dengan nilai lebih dari 7 juta rupiah. Itu uang modal saya jualan ati ampela ayam,” ujar Ketua KDMP Alasbuluh, Dadang Supandi pada VIVA News.
Pernyataan Ketua KDMP Alasbuluh tersebut semakin membuka tabir terkait kisruh yang terjadi pada proyek pembangunan KDMP Alasbuluh.
Kisruh bermula saat terjadi peralihan penunjukan mandor Dwi pada mandor Bagong yang disebut – sebut melalui seseorang yang bernama Buang.
Peralihan hingga beberapa kali inilah yang diduga ikut memicu kekisruhan dalam pelaksanaan proyek pembangunan KDMP Alasbuluh.
“Mandor yang sebelumnya yang arahkan saya untuk ambil material tapi ternyata malah tidak benar. Akhirnya diganti,” tutur Dadang Supandi pada VIVA News.
Bahkan kisruh proyek pembangunan proyek KDMP Alasbuluh juga sempat menghentikan pekerjaan karena pekerja mundur.
“Tukang dan kuli sempat mundur karena merasa tidak dibayar oleh mandor sebelumnya. Makanya saya berinisiatif kasih talangan eh malah saya yang buntung kehabisan modal jualan ati ampela ayam,” kata Ketua KDMP Alasbuluh.
Kisruh tidak hanya berakhir disini, kesalahan penggunaan material besi polos juga menambah permasalahan yang terjadi pada proyek pembangunan KDMP Alasbuluh.
“Itu juga bahan dari mandor lama, jadi saya hanya pantau saja saat material besi itu dipasang oleh tukang. Dan ternyata material besinya salah karena harusnya ulir tapi itu besi polos. Akhirnya harus dibongkar dan diganti,” jelas Dadang Supandi saat ditemui di lokasi proyek pembangunan KDMP Alasbuluh.
Komandan Kodim (Dandim) 0825 Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya mengambil langkah cepat saat ditemukan kesalahan dalam penggunaan material besi polos.
“Saya langsung perintahkan pembongkaran serta pergantian (material besi ulir) yang sudah ditetapkan dalam RAB (Rencana anggaran biaya),” tandas Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya pada VIVA News.