Sebut Kinerja Mandor Ahmad Taufik Zonk, Ketua KDMP Bimorejo Minta Pergantian Segera
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Masih mangkraknya proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bimorejo dituding Ketua KDMP Bimorejo Abdul Hasan sebagai bentuk ketidakmampuan mandor KDMP Bimorejo, Ahmad Taufik pada tanggungjawabnya. Terkait hal tersebut, Abdul Hasan meminta pada Komandan Kodim (Dandim) 0825 Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya untuk melakukan evaluasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua KDMP Bimorejo, Abdul Hasan dalam mensikapi mangkraknya proyek Pembangunan KDMP Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, JawaTimur.
10 pekan sudah berlalu, proyek pembangunan KDMP Bimorejo belum juga berjalan dengan baik sesuai dengan jadwal waktu pengerjaan selama 90 hari kerja.
“Kami besok (Jumat, 20 Februari 2026) disuruh kerja di KDMP Bimorejo oleh Pak Taufik tapi hanya service dengan kuras air bekas hujan di lobang pondasi,” ujar seorang pekerja, W.
Materi pekerjaan yang hanya sekedarnya tersebut dianggap sebagai bentuk cuci tangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, Ahmad Taufik untuk sekedar menggugurkan kewajibannya.
“Jika hanya menguras air hujan di lobang pondasi dianggap pekerjaan sudah dimulai, kok saya menilainya ini hanyalah PHP (Pemberi Harapan Palsu) seolah pekerjaan akan kembali dilanjutkan. Kok anggota DPRD seperti ini tanggung jawab pekerjaannya sebagai mandor?,” tutur Ketua KDMP Bimorejo, Abdul Hasan.
Sikap pesimis tersebut bukanlah tanpa alasan, Ahmad Taufik pernah melakukan penggalian ulang pondasi menggunakan alat berat di lokasi KDMP Bimorejo namun hari berikutnya pekerjaan kembali terhenti hingga berita ini kembali ditulis.
“Di lokasi memang ada tambahan tumpukan batu. Tapi ya gitu, hari berikutnya tidak ada pekerjaan lagi. Kok saya merasa sebagai Ketua KDMP dianggap semudah itu diberi janji pekerjaan dilanjutkan tapi kenyataannya tetap tidak ada apa-apa. Semuanya Zonk!,” kata Abdul Hasan pada VIVA News.
Terkait hal tersebut, Ketua KDMP Bimorejo mengajukan permohonan evaluasi kinerja Ahmad Taufik sebagai mandor pada KDMP Bimorejo pada Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya.
“Sudah saya ajukan dan mohonkan untuk dilakukan evaluasi. Jika memang dianggap tidak layak, silakan diganti saja mandornya namun jika masih dianggap layak, silakan jalankan tanggung jawab itu dengan baik, jangan masyarakat Desa Bimorejo yang dikorbankan,” tandas Abdul Hasan.