Tari Jaipong Subali Sugriwa, Harmoni Tradisi dan Inovasi Seni Sunda

Tampilan Tari Jaipong.
Sumber :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jaipongan

Budaya, VIVA Bali – Tari Jaipong merupakan warisan budaya khas Jawa Barat yang menggambarkan semangat, kelembutan, dan dinamika masyarakat Sunda. Dalam perkembangannya, Jaipong tak hanya menjadi simbol tradisi, tetapi juga ruang inovasi bagi seniman muda. Seperti dijelaskan oleh Hawasuci Nurani dkk. (2024), Tari Jaipong Subali Sugriwa adalah hasil kreativitas dua koreografer yaitu Yayan Shofiyan dan Andri Wiraguna, yang mengangkat kisah Ramayana ke dalam bentuk tari kreasi dengan karakter gerak yang berbeda.

img_title Subak, Warisan Budaya Dunia UNESCO dari Filosofi Tri Hita Karana Bali

Inspirasi dan Ide Penciptaan

Karya Andri Wiraguna berangkat dari eksplorasi gerak bebas saat masa studinya di ISBI Bandung. Ia mengamati perilaku kera untuk menciptakan gerakan yang dinamis, ekspresif, dan penuh energi, menonjolkan ciri khas gerak hewan yang menjadi dasar karakter Subali dan Sugriwa.

img_title Sistem Pantun dalam Irama Batanghari Sembilan

Sementara Yayan Shofiyan terinspirasi dari Jaipong Wayang, menggabungkan keindahan gerakan wayang klasik dengan ritme energik Jaipong. Ia menciptakan karya yang harmonis antara teknik klasik dan semangat modern, melahirkan gaya yang disebut Jaipong Wayang, yaitu perpaduan antara estetika tradisi dan inovasi kontemporer.

Perbedaan Gaya dan Estetika Menurut penelitian Hawasuci Nurani dkk. (2024), Andri Wiraguna menonjolkan improvisasi dan kebebasan dalam menari, dengan struktur gerak yang tidak baku dan cenderung mengikuti irama musik secara spontan. Sedangkan Yayan Shofiyan menyusun gerakan dengan proporsi tertentu: 50% klasik, 40% Jaipong, dan 10% karakter, menciptakan keseimbangan antara tradisi dan ekspresi baru.

img_title Sistem Budaya dalam Wayang Palembang

Dalam hal tata rias, keduanya menggunakan teknik rias korektif, tetapi dengan penekanan berbeda: Andri menonjolkan keseragaman dan kesederhanaan, sedangkan Yayan mempertegas karakter dengan sentuhan dramatik. Busana juga menjadi pembeda: Andri cenderung memilih kostum modern dan praktis, sementara Yayan mempertahankan detail tradisional yang mencerminkan tokoh Ramayana.

Tari Jaipong Subali Sugriwa menunjukkan bahwa seni tradisi dapat terus hidup melalui inovasi. Kedua koreografer berhasil memadukan nilai-nilai klasik dengan gaya modern, menjadikan tarian ini bukan hanya hiburan, tetapi juga media pelestarian budaya Sunda di era global. Karya ini menegaskan bahwa kreativitas adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini, serta bukti bahwa budaya lokal tetap relevan di tengah modernitas.