Sendratari Ramayana Prambanan, Warisan Budaya Megah di Candi Prambanan
- https://m.antaranews.com/berita/1709946/pentas-daring-perdana-ramayana-sukses-disaksikan-puluhan-ribu-penonton
Budaya, VIVA Bali – Ketika malam purnama tiba, langit Yogyakarta berubah menjadi panggung bagi salah satu pertunjukan paling megah di Indonesia yaitu Sendratari Ramayana Prambanan. Di bawah cahaya rembulan dan megahnya Candi Prambanan, ratusan seniman menampilkan kisah cinta, pengorbanan, dan keadilan melalui gerak tari tanpa dialog.
Menurut Benny Harminto dalam JOGED: Jurnal Seni Tari (2023), sendratari ini “menggabungkan unsur tari dan drama tanpa dialog, serta mengambil latar cerita Ramayana yang diadaptasi dari relief Candi Prambanan”
Sejarah dan Asal-Usul Sendratari Ramayana
Pertunjukan Sendratari Ramayana pertama kali digelar pada 26 Juli 1961, digagas oleh GPH Djatikoesoemo sebagai bagian dari proyek pariwisata budaya. Ia terinspirasi oleh pertunjukan Ballet Royale du Cambodge di depan Candi Angkor Wat, Kamboja. Atas persetujuan Presiden Soekarno, dibangunlah panggung terbuka (open air) di kawasan Candi Prambanan dengan kapasitas 2.000–3.000 penonton. Cerita yang dipilih adalah epos Ramayana, karena kisahnya dikenal luas di seluruh Asia Tenggara.
Empat Episode Penuh Makna
Pertunjukan ini dibagi menjadi empat episode utama, masing-masing menampilkan kisah dan nilai moral yang berbeda:
1. Sinta Ilang (Hilangnya Sinta)
Rahwana menculik Dewi Sinta, istri Rama, dengan tipu muslihat. Adegan ini melambangkan godaan dan kesetiaan.
2. Anoman Duta
Hanoman diutus ke Alengka untuk menyelamatkan Sinta, namun justru ditangkap dan dibakar hidup-hidup. Dengan kesaktiannya, Hanoman membakar Kerajaan Alengka.
3. Kumbakarna Gugur
Menggambarkan perang besar antara pasukan Rama dan Rahwana. Kumbakarna gugur sebagai simbol kesetiaan dan pengorbanan bagi negeri.
4. Kembalinya Sinta (Api Suci) – Setelah perang usai, Sinta membuktikan kesuciannya dengan masuk ke api suci. Dewa Brama menolongnya dan menyatukannya kembali dengan Rama.
Keunikan Seni Pertunjukan
Sendratari Ramayana dikenal sebagai seni kolosal yang melibatkan sekitar 100 seniman, terdiri atas 70 penari dan 30 pengrawit gamelan. Pertunjukan ini memadukan gerak tari khas gaya Surakarta, seperti lumaksono, sidangan sampur, dan mbesut.
Sendratari Ramayana Prambanan adalah perpaduan sempurna antara seni tari, drama, dan musik tradisional yang tak lekang oleh waktu. Dalam setiap gerakannya, tersimpan pesan tentang cinta, kesetiaan, dan perjuangan melawan kejahatan.