Pesta Pernikahan Unik Dengan Tradisi Regregan! Warisan Budaya Sunda yang Sarat Makna Kebersamaan

Persiapan Tradisi Regregan
Sumber :
  • https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Regregan-Angkatan

Lifestyle, VIVA Bali – Indonesia dikenal sebagai negeri dengan ribuan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Salah satunya adalah Tradisi Regregan, sebuah warisan budaya Sunda yang hingga kini masih lestari. Tradisi ini kerap dijumpai pada saat acara pernikahan maupun khitanan, sebagai bentuk perayaan sekaligus doa untuk kelancaran hajatan.

img_title Lebih dari Sekadar Sanggul, Ini Makna Gelung Ciwidey dalam Budaya Sunda

Tradisi Regregan, yang oleh sebagian masyarakat juga disebut tradisi angkatan, merupakan kegiatan adat yang memadukan musik tradisional dan tarian. Dalam pelaksanaannya, kaum laki-laki memainkan berbagai alat musik tradisional seperti bedug, lesung, terbang gede, hingga kohkol. Sementara itu, para perempuan berperan menari atau berjoget mengelilingi rumah tempat berlangsungnya acara.

Uniknya, tarian ini dilakukan sebanyak tiga kali putaran, yang diyakini sebagai simbol doa, pengharapan, dan ikatan kebersamaan bagi keluarga yang sedang menggelar pesta pernikahan atau khitanan.

img_title Tradisi Seren Taun Sunda, Warisan Panen Raya yang Bikin Takjub Wisatawan

Tujuan dan Makna Tradisi Regregan

Bukan sekadar hiburan, Tradisi Regregan menyimpan makna filosofis yang dalam.

img_title Wayang Golek, Warisan Budaya Sunda yang Bertahan di Tengah Gempuran Digital

1.    Memeriahkan acara

     Iringan musik dan tarian menjadikan suasana hajatan lebih hidup, penuh keceriaan, dan menyatukan warga sekitar.

2.    Mendoakan kebaikan

     Setiap tabuhan alat musik dan gerakan tarian diyakini sebagai doa agar acara berjalan lancar serta membawa berkah bagi keluarga yang punya hajat.

3.    Simbol kebersamaan

     Tradisi ini memperlihatkan nilai gotong royong, karena seluruh warga ikut serta tanpa memandang usia maupun status sosial.

Pelaksanaan Tradisi Regregan

Tradisi Regregan biasanya digelar pada pagi hari, sebelum atau bersamaan dengan jalannya acara inti. Pesertanya terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan peran yang berbeda.

Peran laki-laki: memainkan alat musik tradisional seperti bedug, lesung, terbang gede, dan kohkol.

Peran perempuan: menari atau berjoget mengelilingi rumah sebanyak tiga kali putaran, sembari mengikuti alunan musik.

Kehadiran musik ritmis berpadu dengan gerakan tarian menciptakan suasana meriah sekaligus sakral.

Asal Usul dan Nilai Historis

Tradisi Regregan diyakini sudah ada sejak lama dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sunda. Bagi masyarakat setempat, tradisi ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga wujud penghormatan terhadap leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaannya menjadi bukti nyata bagaimana budaya lokal tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Halaman Selanjutnya
img_title