Bali Siapkan 5 Kawasan Rendah Emisi, Koster Dorong PLTS dan Kendaraan Listrik
- https://www.baliprov.go.id/web/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-05-at-22.26.00-1-1024x674.jpeg
Denpasar, VIVA Bali –Pemerintah Provinsi Bali mempercepat persiapan kawasan rendah emisi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pariwisata agar lebih berkelanjutan. Gubernur Bali Wayan Koster menetapkan lima kawasan yang menjadi prioritas penerapan konsep tersebut, yakni Nusa Dua dan Kuta di Kabupaten Badung, Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, serta Kepulauan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun sektor pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memperhatikan penggunaan energi, transportasi, lingkungan, serta keterlibatan masyarakat.
Dikutip dari baliprov.go.id, lima kawasan tersebut akan dikembangkan dengan pendekatan yang mencakup energi hijau, transportasi hijau, ekosistem hijau, pariwisata hijau, dan masyarakat hijau. Kelima unsur tersebut menjadi dasar dalam menata kawasan wisata agar penggunaan sumber daya lebih efisien sekaligus menekan dampak terhadap lingkungan.
Dalam penerapannya, energi hijau diarahkan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS. Pemerintah Provinsi Bali mendorong penggunaan PLTS atap pada bangunan hotel, vila, restoran, perkantoran hingga rumah yang berada di kawasan rendah emisi.
Sementara itu, konsep transportasi hijau diarahkan melalui penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Penggunaan kendaraan listrik dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan polusi udara dan suara.
Aspek lingkungan juga menjadi bagian penting melalui penguatan ekosistem hijau. Salah satu langkah yang disiapkan adalah meningkatkan tutupan lahan untuk menjaga kelestarian hutan. Pada sektor pariwisata, pemerintah mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di kawasan wisata.
Konsep tersebut kemudian dilengkapi dengan pendekatan masyarakat hijau. Masyarakat didorong meningkatkan kualitas kehidupan dan aktivitas ekonominya dengan tetap menggunakan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan Bali.
Gubernur Wayan Koster mengatakan sejumlah kebijakan terkait lingkungan sebenarnya telah berjalan di Bali. Namun, pelaksanaannya akan kembali diperkuat pada 2026.
“Pariwisata Bali akan semakin berkualitas,” kata Koster dalam rapat koordinasi persiapan kawasan rendah emisi pada Rabu,5 Agustus 2026.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Bali, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali dan kabupaten/kota terkait, Kelompok Ahli Gubernur Bali, serta perwakilan World Resources Institute.