Mulut Terasa Terbakar tapi Malah Nagih, Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan?

Kenapa Makan Pedas Bikin Ingin Lagi? Ini yang Terjadi pada Tubuh
Sumber :
  • https://rri.co.id/bukittinggi/kuliner/1705607/faq.html

Lifestyle, VIVA Bali –Bagi sebagian orang, makan tanpa sambal terasa seperti ada yang kurang. Sensasi pedas bahkan membuat banyak orang terus menambah cabai meski mulut sudah terasa terbakar. Tak heran jika makanan pedas memiliki penggemar tersendiri, terutama di kalangan anak muda yang gemar mencoba berbagai kuliner dengan level kepedasan berbeda.

img_title Bukan Cuma Telat Sarapan, Ini Alasan Brunch Jadi Gaya Hidup Anak Muda

Rasa pedas sebenarnya bukan rasa dalam pengertian seperti manis atau asin. Sensasi tersebut muncul karena adanya capsaicin, senyawa yang banyak ditemukan pada cabai. Ketika masuk ke mulut, capsaicin berinteraksi dengan reseptor tertentu yang mendeteksi panas dan rasa sakit. Inilah yang membuat tubuh seolah merasakan sensasi terbakar meski suhu makanan sebenarnya tidak tinggi.

Dilansir dari RRI.co.id, capsaicin dapat memicu respons tubuh terhadap sensasi panas, termasuk keluarnya keringat dan meningkatnya aliran darah. Sensasi tersebut kemudian dapat membuat tubuh melepaskan endorfin dan memberikan rasa lega atau nyaman setelah rasa pedas mulai mereda. Kondisi inilah yang salah satunya membuat sebagian orang justru ingin kembali merasakan makanan pedas.

img_title Jejak Sejarah Perkampungan Tua Tradisional Suku Batak Karo

Selain endorfin, pengalaman menyantap makanan pedas juga dapat menjadi faktor yang membuat seseorang terus mencarinya. Semakin sering mengonsumsi makanan pedas, sebagian orang dapat menjadi lebih terbiasa dengan sensasi tersebut sehingga membutuhkan tingkat kepedasan yang lebih tinggi untuk mendapatkan pengalaman yang sama.

Sensasi panas yang ditimbulkan capsaicin juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. Dikutip RRI.co.id, pada sebagian orang, konsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat memicu rasa tidak nyaman seperti mulas, sakit perut, hingga diare. Meski begitu, respons tubuh setiap orang berbeda, sehingga tingkat toleransi terhadap makanan pedas juga tidak dapat disamakan.

img_title Bukan Cuma Cantik di Foto, Kenapa Acai Bowl Makin Diburu Anak Muda?

Meski memiliki sensasi yang membuat ketagihan secara pengalaman, bukan berarti makanan pedas harus dihindari sepenuhnya. Bagi orang yang tidak memiliki masalah terhadap makanan pedas, mengonsumsinya dalam jumlah wajar umumnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam. Namun, penting untuk memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas juga perlu diimbangi dengan pola makan yang sehat. Jika setelah makan pedas seseorang sering mengalami nyeri perut, diare, rasa terbakar yang berlebihan, atau keluhan lain yang berulang, sebaiknya kurangi tingkat kepedasannya dan perhatikan makanan lain yang dikonsumsi bersamaan.

Halaman Selanjutnya
img_title