Cut Off Gula Sedang Jadi Tren, Ini Manfaat yang Bisa Dirasakan Tubuh Jika Mengurangi Konsumsinya
- https://rri.co.id/palangkaraya/berita-lain/2536491/mengenal-diet-gula-manfaat-mengurangi-konsumsi-manis-bagi-tubuh-anda
Lifestyle, VIVA Bali –Belakangan ini, tren cut off gula atau mengurangi konsumsi gula tambahan semakin banyak diterapkan, terutama oleh kalangan generasi muda yang mulai peduli terhadap gaya hidup sehat. Tidak sedikit yang membagikan pengalaman mereka di media sosial setelah mengurangi minuman manis, camilan tinggi gula, hingga makanan olahan. Selain membantu menjaga berat badan, kebiasaan ini juga disebut membawa berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.
Gula memang menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Namun, konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan gigi. Karena itu, banyak ahli kesehatan menyarankan agar asupan gula harian tetap dibatasi sesuai kebutuhan tubuh.
Salah satu manfaat yang paling cepat dirasakan saat mengurangi gula adalah energi yang lebih stabil. Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula sering kali menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat, kemudian turun secara drastis. Kondisi ini dapat membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk. Dengan mengurangi gula tambahan, kadar gula darah cenderung lebih seimbang sehingga energi tetap terjaga sepanjang hari. Dikutip dari antaranews.com
Tak hanya itu, berat badan juga lebih mudah terkontrol. Minuman manis dan makanan tinggi gula umumnya mengandung kalori yang cukup tinggi, tetapi tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama. Mengurangi konsumsi gula dapat membantu menekan asupan kalori harian sekaligus mendukung proses menjaga atau menurunkan berat badan jika dibarengi pola makan bergizi dan aktivitas fisik yang cukup.
Manfaat lainnya adalah kulit yang tampak lebih sehat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi produksi kolagen melalui proses yang dikenal sebagai glikasi. Akibatnya, elastisitas kulit dapat menurun sehingga kulit lebih mudah tampak kusam atau mengalami penuaan dini. Dengan mengurangi gula tambahan, kesehatan kulit juga dapat lebih terjaga.
Selain berdampak pada kesehatan fisik, membatasi gula juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental. Beberapa penelitian menemukan bahwa pola makan tinggi gula berpotensi berkaitan dengan perubahan suasana hati dan meningkatnya risiko gangguan mood pada sebagian orang. Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dinilai lebih baik untuk mendukung fungsi otak dan menjaga kestabilan emosi.