Sering Sulit Menolak? People Pleaser Bisa Diam-Diam Menguras Kesehatan Mental

Takut Mengecewakan Orang Lain? Kenali Tanda-Tanda People Pleaser
Sumber :
  • https://www.antaranews.com/berita/5539228/studi-people-pleasing-ganggu-kesehatan-mental-dan-kualitas-hubungan

Lifestyle, VIVA Bali –Pernah merasa sulit menolak permintaan teman meski sebenarnya sedang lelah? Atau tetap berkata "iya" karena takut dianggap tidak peduli? Jika jawabannya iya, bisa jadi kamu memiliki kecenderungan sebagai people pleaser.

img_title Suka Tidur dengan Lampu Menyala? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Belakangan ini, istilah people pleaser semakin sering muncul di media sosial dan menjadi topik yang banyak dibahas oleh generasi Z. Meski terdengar seperti sifat yang baik karena selalu ingin membantu orang lain, kebiasaan ini ternyata dapat memberikan dampak negatif jika dilakukan secara berlebihan.

Dikutip dari rri.co.id secara sederhana, people pleaser adalah kecenderungan seseorang untuk terus berusaha menyenangkan orang lain, bahkan dengan mengorbankan kebutuhan, waktu, atau perasaannya sendiri. Orang dengan sifat ini umumnya sulit mengatakan "tidak", takut mengecewakan orang lain, dan sering merasa bersalah ketika lebih memilih kepentingan pribadi.

img_title Mulut Terasa Terbakar tapi Malah Nagih, Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan?

Sekilas, perilaku tersebut memang terlihat sebagai bentuk kepedulian. Namun, para psikolog menjelaskan bahwa jika terus dilakukan tanpa batas yang sehat, seseorang bisa mengalami kelelahan emosional (emotional exhaustion). Kondisi ini muncul karena energi mental terus terkuras untuk memenuhi ekspektasi orang lain, sementara kebutuhan diri sendiri justru diabaikan.

Tak hanya itu, kebiasaan selalu mengutamakan orang lain juga dapat memicu stres, kecemasan, hingga burnout. Seseorang mungkin terlihat baik-baik saja di luar, tetapi sebenarnya menyimpan tekanan karena merasa harus selalu hadir, membantu, atau memenuhi harapan orang di sekitarnya. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri dan membuat seseorang kehilangan batasan yang sehat dalam sebuah hubungan.

img_title Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Ini Diam-Diam Bisa Mengganggu Kesehatan Jantung

Fenomena ini juga cukup dekat dengan kehidupan Gen Z. Di era media sosial, tidak sedikit anak muda yang merasa harus selalu responsif terhadap pesan, takut menolak ajakan teman, atau berusaha tampil sempurna agar diterima dalam lingkungan pergaulan. Tanpa disadari, keinginan untuk selalu disukai dapat berubah menjadi tekanan yang menguras kesehatan mental.

Padahal, menetapkan batasan atau boundaries bukan berarti menjadi pribadi yang egois. Justru, kemampuan untuk mengatakan "tidak" pada situasi tertentu merupakan salah satu cara menjaga keseimbangan antara membantu orang lain dan merawat diri sendiri. Dengan mengenali batas kemampuan, seseorang dapat terhindar dari rasa lelah yang berlebihan sekaligus menjaga hubungan sosial tetap sehat.

Halaman Selanjutnya
img_title