Berapa Dana Darurat Ideal Berdasarkan Penghasilan? Cek Hitungannya
- Pexels: Ilustrasi Rupiah/ Uang/ VIVA Bali
Lifestyle, VIVA Bali – Berapa dana darurat ideal berdasarkan penghasilan bukanlah dihitung dari total gaji bulanan, melainkan dari rata-rata pengeluaran pokok bulanan. Jumlah idealnya bervariasi bergantung pada status tanggungan, umumnya berkisar antara 3 hingga 12 kali dari total pengeluaran esensial tersebut.
Menentukan target dana siaga sering kali memicu kebingungan bagi individu yang baru mulai menata keuangan. Kesalahan paling umum yang terjadi adalah mengalikan total penghasilan kotor (gross income) untuk menetapkan batas simpanan. Padahal, tujuan utama dari rekening ini adalah mempertahankan standar hidup dasar ketika sumber pendapatan terhenti. Oleh karena itu, menggunakan angka pengeluaran wajib memberikan target nominal yang jauh lebih realistis dan dapat dicapai tanpa mengorbankan kualitas hidup saat ini.
Cara Menghitung Dana Darurat Berdasarkan Pengeluaran
Langkah pertama dalam menentukan berapa dana darurat ideal berdasarkan penghasilan adalah memisahkan pengeluaran wajib dari pengeluaran hiburan. Angka yang menjadi dasar perkalian adalah "pengeluaran esensial".
Pengeluaran esensial mencakup seluruh tagihan dan biaya yang akan menempatkan Anda pada risiko hukum, kesehatan, atau kelangsungan hidup jika tidak dibayar. Komponen ini meliputi:
Cicilan rumah (KPR) atau uang sewa tempat tinggal (kos/kontrakan).
Tagihan utilitas rumah tangga seperti listrik, air, dan kuota internet dasar.
Biaya belanja bahan makanan pokok dan air minum.
Ongkos transportasi utama harian (BBM kendaraan atau tarif transportasi umum).
Premi asuransi kesehatan (seperti BPJS).
Cicilan utang berjalan yang tidak bisa ditunda.
Setelah Anda mendapatkan total angka pengeluaran esensial tersebut, abaikan seluruh anggaran yang bersifat gaya hidup, seperti makan di restoran, langganan film, atau anggaran liburan.
Rumus Dana Darurat Berdasarkan Status Tanggungan
Setelah mengetahui total pengeluaran pokok bulanan, kalikan angka tersebut dengan jumlah bulan target. Faktor pengali (jumlah bulan) ini ditentukan oleh tingkat risiko dan jumlah orang yang secara finansial bergantung pada Anda.
1. Pekerja Lajang (Single) Tanpa Tanggungan
Individu yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan finansial kepada keluarga inti memiliki risiko keuangan paling rendah. Target ideal: 3 hingga 6 kali pengeluaran pokok. Alasannya, jika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), waktu 3 hingga 6 bulan secara umum dianggap mencukupi bagi seorang pekerja lajang untuk mencari pekerjaan pengganti atau memulihkan arus kas.