Duel Sengit di Sachsenring, Brian Uriarte Taklukkan Maximo Quiles, Veda Ega Pratama Finis Posisi Delapan
- https://x.com/RedBull_KTM_Ajo
MotoGP, VIVA Bali –Rookie Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, berhasil meraih kemenangan dramatis pada balapan Moto3 Grand Prix Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7/2026). Pembalap muda Spanyol itu mengalahkan pemuncak klasemen Maximo Quiles hanya dengan selisih 0,063 detik setelah keduanya terlibat duel sengit hingga tikungan terakhir. Sementara itu, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berhasil menutup paruh pertama musim dengan finis di posisi kedelapan.
Dikutip dari MotoGP.com, balapan Moto3 di Sachsenring berlangsung dalam tensi tinggi sejak lampu start dipadamkan. Uriarte yang memulai balapan dari posisi terdepan langsung mempertahankan keunggulannya, namun tekanan terus datang dari para rival sepanjang lomba.
Pada fase awal balapan, Uriarte memimpin rombongan depan yang juga diisi Maximo Quiles, Marco Morelli, Rico Salmela, Matteo Bertelle, serta beberapa pembalap lainnya. Persaingan berlangsung sangat ketat karena jarak antarpembalap hanya terpaut beberapa persepuluh detik.
Persaingan semakin memanas ketika beberapa insiden terjadi di kelompok tengah. Sejumlah pembalap mengalami kecelakaan sehingga membuat persaingan di barisan depan semakin mengerucut menjadi duel para kandidat juara.
Memasuki pertengahan lomba, Uriarte masih mampu mempertahankan posisi pertama. Namun Quiles terus menempel ketat dan beberapa kali mencoba mencari celah untuk melakukan manuver menyalip. Kedua pembalap saling bergantian mencatatkan putaran tercepat sambil menjaga ritme balapan.
Di belakang mereka, Matteo Bertelle tampil impresif dengan memangkas jarak terhadap Marco Morelli dan Rico Salmela. Upayanya membuahkan hasil ketika ia berhasil naik ke posisi keempat setelah melakukan manuver bersih pada Lap 18.
Empat putaran menjelang finis, Maximo Quiles akhirnya berhasil mengambil alih pimpinan balapan. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama karena Brian Uriarte terus membayangi tepat di belakangnya. Keduanya memasuki lap terakhir dengan selisih yang sangat tipis.
Momen penentu terjadi di Tikungan 3 pada lap terakhir. Quiles mengalami sedikit kehilangan traksi di bagian depan motornya sehingga memberi kesempatan kepada Uriarte untuk mengambil alih posisi pertama.
Setelah berhasil memimpin, Uriarte tidak lagi memberikan ruang kepada rivalnya. Quiles terus menekan hingga sektor terakhir, tetapi tidak mampu menemukan celah untuk melakukan serangan balik.