5 Tren Fashion Gen Z yang Diprediksi Bertahan Sampai 2027, Gaya Simpel Makin Digemari
- https://l1nk.dev/mjexqjj
Lifestyle, VIVA Bali –Dunia fashion terus mengalami perubahan seiring berkembangnya tren di media sosial. Namun, tidak semua tren hanya bertahan dalam hitungan bulan. Sejumlah gaya berpakaian yang populer di kalangan generasi Z diprediksi masih akan mendominasi hingga 2027 karena mengutamakan kenyamanan, fleksibilitas, dan kebebasan berekspresi. Dilansir dari viva.co.id.
Berbeda dengan tren fashion beberapa tahun lalu yang didominasi pakaian serba pas di badan, Gen Z kini lebih memilih gaya yang mencerminkan identitas diri tanpa harus mengikuti aturan tertentu. Pengaruh platform seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest juga membuat tren berkembang lebih cepat, tetapi hanya gaya yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari yang mampu bertahan.
Berikut lima tren fashion Gen Z yang diperkirakan masih akan populer hingga 2027.
1. Oversized Outfit Masih Jadi Andalan
Pakaian berpotongan longgar atau oversized diprediksi tetap menjadi favorit. Kaus, hoodie, blazer, hingga celana baggy banyak dipilih karena memberikan kesan santai sekaligus nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.
Selain mudah dipadukan dengan berbagai item fashion, gaya oversized juga dianggap lebih fleksibel untuk berbagai bentuk tubuh. Tak heran jika tren ini masih menjadi pilihan utama Gen Z dalam berbusana.
2. Gaya Y2K yang Terus Berevolusi
Tren Y2K atau gaya era awal tahun 2000-an diperkirakan belum akan ditinggalkan. Namun, tampilannya kini semakin modern dengan sentuhan warna yang lebih lembut, aksesori minimalis, hingga perpaduan item vintage dan pakaian masa kini.
Mulai dari cargo pants, rok mini, denim, hingga kacamata berwarna tetap menjadi bagian dari gaya yang banyak diminati. Beberapa tren bahkan kembali berkembang dengan interpretasi yang lebih segar dibanding beberapa tahun sebelumnya.
3. Sustainable Fashion Semakin Diminati
Kesadaran terhadap isu lingkungan membuat semakin banyak anak muda memilih pakaian yang lebih ramah lingkungan. Membeli produk preloved, melakukan thrift shopping, hingga memanfaatkan kembali pakaian lama menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z.
Tak hanya membantu mengurangi limbah tekstil, konsep sustainable fashion juga memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menciptakan gaya yang lebih unik dan tidak pasaran.