MotoGP Ubah Aturan, Mulai GP Jerman Grid Start Diperlebar demi Tingkatkan Keselamatan
- https://resources.motogp.pulselive.com/photo-resources/2026/06/22/0853e71d-e4fb-4b95-83b5-6b1dea90b167/IMG_1333.jpg?width=840&height=472.5
MotoGP, VIVA Bali –MotoGP kembali melakukan penyempurnaan regulasi pada musim 2026. Komisi Grand Prix resmi mengesahkan sejumlah perubahan teknis dan prosedur yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan para pembalap, terutama pada momen start balapan yang selama ini dikenal sebagai salah satu fase paling rawan.
Dalam pernyataan resminya, Komisi Grand Prix menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Salah satu keputusan penting yang sebelumnya telah diberlakukan adalah larangan penggunaan perangkat holeshot saat start balapan.
Dikutip dari situs resmi MotoGP, Regulasi itu mulai diterapkan sejak seri GP Belanda dan menjadi bagian dari upaya penyederhanaan perangkat teknis pada motor MotoGP.
“Perangkat Front Ride Height, yang lebih dikenal sebagai holeshot device, akan dihapus dari seluruh motor MotoGP mulai Grand Prix Belanda dan seterusnya.” Bunyi dokumen Keputusan Komisi Grand Prix.
Selain itu, perubahan lain akan mulai berlaku pada seri GP Jerman. Kali ini, fokus utama tertuju pada tata letak grid start yang akan dibuat lebih renggang dibandingkan sebelumnya.
“Untuk semakin meningkatkan keselamatan saat start balapan, tata letak standar grid start pada seluruh kelas Kejuaraan Dunia Grand Prix akan disesuaikan mulai Grand Prix Jerman 2026.,” bunyi lain dari dokumen Keputusan Komisi Grand Prix
Dalam aturan baru tersebut, jarak antar posisi start pembalap di dalam satu baris ditingkatkan dari tiga meter menjadi empat meter. Dengan demikian, setiap pembalap akan memiliki ruang yang lebih luas ketika bersiap melakukan start.
Perubahan tersebut secara otomatis juga memengaruhi jarak antarbaris di grid. Sebelumnya, setiap baris dipisahkan sejauh sembilan meter, yang merupakan hasil dari tiga kali jarak tiga meter. Kini, dengan jarak baru empat meter, setiap baris akan dipisahkan sejauh 12 meter. Penyesuaian ini sederhana, tetapi dampaknya besar terhadap keselamatan pembalap.
Meski terjadi perubahan dimensi grid, format susunan pembalap tetap tidak berubah. Setiap baris masih akan diisi oleh tiga pembalap sesuai hasil kualifikasi. Dengan begitu, struktur grid tetap konsisten, hanya jaraknya yang dibuat lebih longgar.
Keputusan ini tidak hanya berlaku untuk kelas utama MotoGP, tetapi juga diterapkan di seluruh kategori Kejuaraan Dunia Grand Prix, termasuk Moto2 dan Moto3. Komisi Grand Prix menilai penerapan seragam di semua kelas penting agar standar keselamatan berjalan konsisten.