Dari Hobi Menjadi Lifestyle, Lari Semakin Digemari Gen Z dan Milenial
- /search?sca_esv=01006499c0c391e8&sxsrf=APpeQnu57jfc2YvoS5fUu5rmYeEnREx4iQ:1783477539848&udm=2&fbs=
JAKARTA, VIVA Bali –Olahraga lari kini tidak sekadar menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh. Dalam beberapa tahun terakhir, lari telah berkembangmenjadi bagian dari gaya hidup yang semakin diminati, terutama di kalangan generasi Z dan milenial. Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya komunitas lari yang bermunculan di berbagai kota, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti ajang fun run maupun marathon, hingga ramainya unggahan aktivitas lari di media sosial.
Popularitas olahraga lari terus meningkat karena dinilai sebagai aktivitas yang mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan yang rumit. Cukup dengan mengenakan sepatu lari yang nyaman, masyarakat dapat berolahraga di taman kota, kawasan car free day, stadion, maupun lingkungan tempat tinggal. Fleksibilitas tersebut membuat lari menjadi pilihan olahraga yang praktis di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM, menyebutkan bahwa kebiasaan berlari secara rutin dapat menumbuhkan ketergantungan yang bersifat positif. Menurutnya, seseorang yang telah terbiasa berlari akan merasakan ada sesuatu yang kurang apabila tidak menjalankan latihan sesuai jadwal.
“Orang yang running itu kalau sehari enggak lari tuh ada yang kurang karena sudah habit-nya, sudah ada kenikmatan ketika dia lari,” ucap dia dalam sesi media discussion bersama PT Kalbe Farma Tbk, Jakarata, Jumat (17/4/2026).
Di berbagai kota besar, komunitas lari juga semakin berkembang. Tidak sedikit anak muda yang bergabung dalam komunitas untuk menjadikan olahraga sebagai aktivitas sosial. Selain berolahraga bersam, komunitas tersebut kerap mengadakan kegiatan seperti long run, fun run, latihan rutin, hingga diskusi mengenai pola hidup sehat. Kehadiran komunitas membuat olahraga lari terasa lebih menyenangkan sekaligus menjadi wadah untuk memperluas jaringan pertemanan.
Media sosial turut berperan dalam meningkatnya tren tersebut. Banyak pengguna membagikan pencapaian jarak tempuh, waktu lari, hingga dokumentasi mengikuti berbagai perlombaan melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan Strava. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi bentuk dokumentasi pribadi, tetapi juga mampu memotivasi orang lain untuk mulai menjalani gaya hidup yang lebih aktif.