Sistem Gotong Royong dalam Kenduri Sko Kabupaten Kerinci
- https://www.antaranews.com/foto/3503376/kenduri-sko-tahunan-masyarakat-kerinci
Budaya, VIVA Bali –Sistem Adat terukir untuk tujuan hidup yang lebih baik secara individu maupun kolektif. Adat memiliki sistem yang menjadi bayangan resolusi bagi masyarakat dalam suatu suku bangsa.
Filosofi adat disampaikan melalui rumah adat dan tradisi adat yang tidak terlihat bentuknya. Filosofi adat berfungsi untuk memberi contoh dan contoh gotong royong terbaru untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat. Filosofi adat gotong royong ini ditemukan dalam Kenduri Sko, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Dilansir dari Manik (2020) Pada masyarakat Kerinci di Provinsi Jambi, terdapat tradisi lisan Kenduri Sko yang dapat ditemukan pada masyarakat Kerinci.
Sistem Pelaksanaan Kenduri Sko berdasarkan Gotong Royong
Aturan adat Kerinci dalam bergotong royong terukir dalam Kenduri Sko selain hukum terkait sistem kekerabatan Kerinci atau Uhang Kincai. Sehingga hampir seluruh masyarakat Kerinci mengenal Tradisi Kenduri Sko. Aturan adat ini menjadi acara musyawarah adat yang tertuju pada gotong royong dalam Adat Kerinci selain perkuat solidaritas masyarakat adat jangka panjang.
Dilansir dari Manik (2020) bahwa Hampir seluruh masyarakat Kerinci mengenal tradisi Kenduri Sko. Selama pelaksanaan Tradisi Kenduri Sko, para tokoh termasuk Pemerintah Provinsi Jambi turut memberikan sambutan dan petuah adat. Sementara acara kenduri yang mirip dengan kenduri Sko secara pendidikan adat boleh dituturkan oleh para tokoh pemuda yang mahir dalam Tradisi Basiacuong.
Sebagai contoh, Kenduri Sko Kabupaten Kerinci kental dengan nuansa tradisional dan semangat gotong royong pada tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Kerinci memberi contoh (2026) bahwa Kehadiran Gubernur Jambi, Dr. Al-Haris beserta para kepala daerah disambut langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, didampingi para Depati, Ninik Mamak, dan Anak Batin Luhah Depati Intan Siulak Mukai dengan prosesi adat penuh kehormatan.
Pemerintah Kabupaten Kerinci memberitahu (2026) Akan tetapi acara di luar adat seperti kenduri boleh dituturkan oleh mereka yang terampil dalam Basiacuong yang sudah dipersiapkan pada masing-masing persukuan yang ada dalam rangka pelestarian budaya Uhang Kincai atau Adat Orang Kerinci.