Masjid Hunto Sultan Amai, Situs Religi dan Warisan Budaya Islam Tertua di Gorontalo
- https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/07/Masjid_Hunto_Sultan_Amai.jpg/500px-Masjid_Hunto_Sultan_Amai.jpg
Budaya, VIVA Bali – Masjid Hunto Sultan Amai bukan sekadar tempat ibadah. Di tengah Kota Gorontalo, bangunan bersejarah ini berdiri sebagai situs religi sekaligus warisan budaya Islam tertua di Provinsi Gorontalo, yang hingga kini masih aktif digunakan dan terus dijaga keasliannya.
Didirikan pada tahun 1495 oleh Sultan Amai, masjid ini menjadi tonggak awal penyebaran Islam di Gorontalo. Nama “Hunto” berasal dari kata Ilohuntungo yang berarti pusat atau basis, mencerminkan fungsi awal masjid sebagai pusat dakwah dan pengembangan ajaran Islam di wilayah tersebut.
Terletak di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Masjid Hunto Sultan Amai tidak hanya menyimpan nilai spiritual, tetapi juga nilai historis dan budaya yang kuat. Bangunannya yang relatif sederhana berukuran sekitar 12 x 12 meter tetap mempertahankan bentuk asli meski telah mengalami beberapa kali pemugaran.
Simbol Perpaduan Religi dan Tradisi Lokal
Sebagai situs religi budaya, masjid ini memperlihatkan perpaduan antara ajaran Islam dan kearifan lokal Gorontalo. Di dalam masjid terdapat sejumlah elemen bersejarah, seperti mimbar tua bergaya Gujarat, bedug kuno, serta sumur wudu bersejarah yang hingga kini masih terawat.
Keberadaan makam Sultan Amai dan tokoh penyebar Islam lainnya di sekitar area masjid semakin memperkuat perannya sebagai destinasi wisata religi. Banyak peziarah datang untuk berdoa sekaligus menelusuri jejak awal Islam di Gorontalo.
Masjid ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya, menjadikannya tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas sejarah masyarakat Gorontalo.
Destinasi Wisata Religi Edukatif
Seiring waktu, Masjid Hunto Sultan Amai berkembang menjadi salah satu destinasi wisata religi yang kerap dikunjungi pelajar, peneliti, hingga wisatawan luar daerah. Selain beribadah, pengunjung dapat mempelajari sejarah masuknya Islam dan bagaimana nilai-nilai agama menyatu dengan adat istiadat lokal.
Atmosfer religius yang kental berpadu dengan nuansa sejarah menjadikan masjid ini memiliki daya tarik tersendiri. Keberadaannya menjadi bukti bahwa penyebaran Islam di Gorontalo berlangsung damai dan selaras dengan budaya setempat.
Hingga kini, Masjid Hunto Sultan Amai tetap aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan sehari-hari. Warisan lebih dari lima abad ini menjadi pengingat bahwa Gorontalo memiliki akar sejarah Islam yang panjang dan kuat.