Budaya Melaksanakan Adat Sara Mandaharia dalam Tradisi Kalosara

Ilustrasi Pelaksanaan Kalosara
Sumber :
  • https://rri.co.id/daerah/188756/workshop-pendalaman-kalosara-dan-prosesi-pernikahan-adat-tolaki-resmi-ditutup

Budaya, VIVA BaliBudaya bersinergi untuk melestarikan adat istiadat dengan keterampilan halus menurut perkembangan zaman. Bersinergi antara adat terkemuka dengan keterampilan halus yang mana menguatkan satu sama lain memiliki arti yang penuh. Sinergi antara adat istiadat dan keterampilan halus adalah menerima kebudayaan yang baru dan pembetulan budaya. Pelaksanaan sinergi ini ditemukan dalam Tradisi Kalosara. Tradisi ini memiliki pelaksanaan adat yaitu prosesi Sara Mandaharia. Tidak hanya diadakan untuk menggelar kearifan lokal. Tradisi Kalosara ini memiliki pelaksanaan adat yang termasuk Sara Mandaharia yang mengandung kearifan lokal dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan tradisi luhur akan berlangsung sarat makna selain munculnya penggunaan bahasa daerah. Ramly, Putra, Hariyadi, Suriaman, dan Husnah (2023: 7748) mengutarakan Adat Sara Mandaharia terletak pada adat    pokok    dalam    pekerjaan    yang    berhubungan    dengan    keahlian    dan keterampilan.

img_title Sistem Adat Negeri Haruku dalam Tradisi Sasi Lompa

Nilai Budaya Luhur dalam Tradisi Kalosara

Tradisi Kalosara dilaksanakan dengan bahasa daerah yang mana pelaksanaannya sarat makna. Tradisi Kalosara dilaksanakan hingga jelas benda-benda yang digunakan karena hal ini diperhatikan menurut adat istiadat Suku Tolaki. Ramly, Putra, Hariyadi, Suriaman, Husnah (2023: 7751) menguraikan Tradisi Kalosara di pernikahan suku Tolaki dapat terlihat jelas pada benda-benda yang di gunakan pada saat pernikahan benda tersebut merupakan benda atribut Kalosara yang  merupakan  warisan  leluhur  di  kehidupan  masyarakat  suku  Tolaki. Pelaksanaan Kalosara adalah pelaksanaan tradisi sakral. Mereka (2023: 7751) menyimpulkan seperti  yang  diuraikan oleh tokoh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara dan sekitarnya bahwa nilai budaya pada pernikahan suku Tolaki dapat dilihat  dari  media  atau  benda  yang  di  gunakan  pada  saat  proses  pelaksanaan  adat pernikahan  yaitu  benda Kalosara yang  telah  diwariskan  oleh  para  leluhur  secara  turun temurun yang eksistensinya masih di percayai sampai saat ini sebagai benda yang sakral.

img_title Sistem Adat Melayu Rokan Hilir dalam Tradisi Menyemah Laut