Budaya Menggalang Sedekah Santo Petrus, Ajaran Kristen Katolik

Himpunan Sedekah Santo Petrus tahun 1867
Sumber :
  • https://gallerix.org/storeroom/143547603/N/1539008008/

Budaya, VIVA BaliBudaya menggalang Sedekah Santo Petrus dilaksanakan lebih dari 60 negara di dunia. Sejarah mencatat pelaksanaan galang Sedekah Santo Petrus menurut Ajaran Kristen Katolik. Contoh pelaksanaan Menggalang Sedekah Santo Petrus di Eropa adalah pada tahun 1867, penggalangan Sedekah Santo Petrus pada abad ketujuh. Kantor Sedekah Santro Petrus (2022) menguraikan partisipasi nyata dalam memenuhi keperluan komunitas gerejawi universal telah mengambil berbagai bentuk sepanjang sejarah karena menghimpun dan menyalurkan Sedekah Santo Petrus atau Peter’s Hence oleh umat Katolik secara individu atau seluruh gereja Katolik lokal ini meningkatkan kesadaran bahwa semua orang yang dibaptis selalu dipanggil untuk secara materiil mendukung pekerjaan penginjilan dan misi sosial pada saat yang sama membantu kaum miskin dengan cara apa pun yang memungkinkan. Kantor Sedekah Santo Petrus (2022) mengutarakan pengelolaan Sedekah Santo Petrus atau Peter’s Hence, sebagai sumbangan kepada Penerus Petrus, adalah mengambil bentuk yang stabil pada abad ketujuh, dengan pertobatan bangsa Anglo-Saxon, sesuai dengan Hari Raya Santo Petrus, tokoh ini merujuk kepada Santo Petrus seorang rasul yang mana Yesus mempercayakan Gereja-Nya kepada orang suci tersebut dalam ajaran Kristen Katolik. Kantor Sedekah Petrus (2022) mengutarakan kemudian Sejarah Menggalang Sedekah Santo Petrus berkembang selama berabad-abad seperti pelaksanaannya pada tahun 1867, bergabungnya bangsa-bangsa Eropa lainnya ke dalam Kekristenan, dengan maksud Sedekah Santo Petrus selalu sebagai bentuk-bentuk kontribusi rasa syukur dan pengabdian kepada Sri Paus, ekspresi persatuan Gereja, dan tanggung jawab bersama secara gerejawi.

img_title Sistem Adat Negeri Haruku dalam Tradisi Sasi Lompa

Pengertian Sedekah Santo Petrus

Budaya menggalang Sedekah Santo Petrus ini dikelola oleh Gereja Katolik dan berbagai keuskupan menurut ajaran Kristen Katolik.

img_title Sistem Adat Melayu Rokan Hilir dalam Tradisi Menyemah Laut

Kantor Sedekah Santo Petrus (2022) mengutip bacaan-bacaan Alkitab dalam Alkitab Bahasa Inggris “In his public life, dedicated to the proclamation of the Good News, Jesus received material aid to support himself with the group of the twelve Apostles (Lk 8:1-3). With this aid they also assisted those most in need (Jn 12:4-7). After Pentecost, in the time of the Church, the need was felt to support those who dedicated themselves fully to the proclamation of the Gospel (1 Tim 5:17-18). Saint Paul, in the Churches he founded, instituted the collection in support of the Mother Church of Jerusalem, which faced serious economic difficulties. He wrote in the First Letter to the Corinthians (16:1-4): “Concerning the contribution for the saints: as I directed to the churches of Galatia, so you also are to do. On the first day of every week, each of you is to put something aside and store it up, as he may prosper, so that contributions need not be made when I come. And when I arrive, I will send those whom you accredit by letter to carry your gift to Jerusalem. If it seems advisable that I should go also, they will accompany me”. Kantor Sedekah Santo Petrus (2022) mengutip bacaan-bacaan Alkitab dalam Alkitab Bahasa Indonesia dengan bantuan Google Translate bahwa dalam kehidupan publik yang didedikasikan untuk pemberitaan Kabar Baik, Yesus Kristus menerima bantuan materi untuk menopang diri-Nya bersama kelompok dua belas Rasul (Lukas 8:1-3). Dengan bantuan ini mereka juga membantu mereka yang paling memerlukan (Yohanes 12:4-7). Setelah Pentakosta, pada masa Gereja, dirasakan kebutuhan untuk mendukung mereka yang sepenuhnya mengabdikan diri pada pemberitaan Injil (1 Timotius 5:17-18). Santo Paulus, di Gereja-gereja yang didirikannya, melembagakan pengumpulan dana untuk mendukung Gereja Induk Yerusalem, yang menghadapi kesulitan ekonomi yang serius. Yesus menulis dalam Surat Pertama kepada Jemaat (Korintus 16:1-4): “Mengenai sumbangan untuk orang-orang kudus: seperti yang telah kuperintahkan kepada jemaat-jemaat di Galatia, demikian juga kamu harus melakukannya. Pada hari pertama setiap minggu, setiap orang dari kamu harus menyisihkan sesuatu dan menyimpannya sesuai dengan apa yang kamu peroleh, sehingga tidak perlu ada sumbangan lagi ketika aku datang. Dan ketika aku tiba, aku akan mengutus orang-orang yang kamu tunjuk melalui surat untuk membawa pemberianmu ke Yerusalem. Jika menurutmu perlu juga aku pergi, mereka akan menyertai aku.”

Halaman Selanjutnya
img_title