Budaya Belajar Ibadat dalam Festival Bunga Male Morowali
- https://morowali.indonesiasatu.co.id/tradisi-bunga-male-hiasi-maulid-akbar-di-morowali-bupati-iksan-sarana-pererat-silaturahmi-dan-perkuat-persatuan-ditengah-keberagaman
Tradisi, VIVA Bali –Budaya menjalankan intisari ibadat dalam mencintai Rosululullah SAW dalam Maulid Nabi adalah cara mendapat manfaat yang banyak dalam kehidupan menurut ajaran Islam dan kalender Hijriyah. Pelaksanaan Festival Bunga Male di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, dan sekitarnya berlangsung penuh makna pada tahun 2022 seperti pererat kebersamaan, dan menyatukan masyarakat lintas latar belakang. Pemerintah Desa Puungkoilu (2025) mengutarakan pertemuan akbar ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada hari libur Maulid Nabi yang tidak hanya kehadiran para tokoh itu, perwakilan dari semua desa dan kelurahan juga turut serta memeriahkan festival yang dipusatkan di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali dan sekitarnya sejak pukul 09.00 WITA, 27 September 2025. Pemerintah Desa Puungkoilu (2025) menyimpulkan kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan betapa besar perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal.
Juara II Festival Bunga Male 2025 Dimenangkan oleh Desa Puungkoliu
Perayaan ini bukan rangkaian langsung Ibadat menyambut Hari Raya Kelahiran Nabi Muhammad SAW sebelum Al-Quran diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Tetapi perayaan ini memiliki banyak tujuan yang penuh makna secara religius, sosial, dan kepemimpinan. Budaya belajar ibadat saat Maulid Nabi ini tidak hanya membahas pengesahan hari libur nasional yang sudah ada sejak lama. Budaya lokal juga hidup dalam festival ini. Tidak hanya Desa Puungkoilu meraih predikat Juara II dalam Festival Bunga Male 2025. Tetapi, festival ini menyatukan masyarakat dengan berbagai latar belakang berbeda. Pemerintah Desa Puungkoilu (2025) mengutarakan Festival Bunga Male dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Morowali berlangsung meriah dan penuh makna. Festival yang digelar pada Sabtu, 27 September 2025, ini menjadi ajang bagi desa dan kelurahan se-Kabupaten Morowali untuk menunjukkan kreativitas terbaiknya dengan kesimpulan, dari sekian banyak peserta, Desa Puungkoilu berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II berkat kreasi Bunga Male yang memesona dan memiliki pelajaran luhur. Pemerintah Desa Puungkoilu (2025) menyimpulkan suasana festival terasa sangat hidup dan meriah. Selain sebagai ajang perlombaan, acara ini juga dirangkaikan dengan Pelantikan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Se-Kabupaten Morowali karena kombinasi antara seni tradisional dengan seni Islami modern ini berhasil menciptakan perayaan Maulid Nabi yang tidak hanya khidmat, tetapi juga menghibur dan penuh semangat kebersamaan. Pemerintah Desa Puungkoilu (2025) menyimpulkan Festival Bunga Male yang disajikan oleh Desa Puungkoilu sukses menarik perhatian dewan juri dan para hadirin yang mana rincian data, keindahan, dan keunikan budaya lokal yang ditampilkan dalam karya mereka mencerminkan kerja keras dan kekompakan seluruh warga desa karena kreasi ini bahkan mendapatkan apresiasi khusus dari Ibu Bupati Morowali, Darmayanti Iksan, yang menyampaikan kekagumannya secara langsung.