Budaya Mengibarkan Bendera Kebesaran menjelang Festival Matanggauk

Tradisi Monodokan Bandela Kekuasaan tahun 2022
Sumber :
  • https://rri.co.id/daerah/100911/ritual-mendirikan-bendera-kebesaran

Budaya, VIVA BaliFestival budaya luhur diisi dengan berbagai prosesi awal. Festival Matanggauk adalah sebuah festival budaya yang khusyuk di Kabupaten Tolitoli, provinsi Sulawesi Tengah dan sekitarnya yang mana didahului dengan membuat berbagai aset seperti aset yang terbuat dari dasar bambu kuning dan dilanjutkan dengan pelaksanaan adat istiadat yang disebut prosesi Monodokan Bandela Kekuasaan. Tak semata-mata melaksanakan adat istiadat secara tradisi, pelaksanaan Tradisi Monodokan Bandela Kekuasaan adalah mendirikan atau mengibarkan bendera Sibitolru yang melambangkan 3 etnis asli: Tolitoli, Dondo, dan Dampal.

img_title Sistem Filosofi dalam Grebeg Sawal

Setiadi (2022) mengutarakan berbagai persiapan terus dilakukan oleh Lembaga Adat Matanggauk Tolitoli. Salah satu persiapan Festival Matanggauk adalah pembuatan berbagai properti berbahan dasar bambu kuning yang merupakan simbol kebesaran masyarakat adat Tolitoli di Kompleks Rumah Adat Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Seorang Tokoh Adat Tolitoli, Abdullah Alamudi kepada Setiadi (2022) mengatakan satu bulan sebelum pelaksanaan festival Matanggauk berbagai aset yang akan dibuat seperti pemasangan Gapura, Tiang Bendera maupun usung-usungan yang semua asetnya berbahan dasar bambu kuning yang mana saat ini mulai melibatkan berbagai etnis dalam masyarakat, dalam mengolah bambu kuning menjadi aset tertentu yang diperlukan selama upacara kerajaan ini khusyuk berlangsung menjelang Prosesi Menobatkan Yang Mulia Raja Tolitoli hingga Hari Ulang Tahun Kabupaten Tolitoli.

img_title Subak, Warisan Budaya Dunia UNESCO dari Filosofi Tri Hita Karana Bali

Yang Mulia Raja Tolitoli ke-17, Dr. (HC) H. Mohammad Saleh Bantilan, S.H., M.H. (2022) memberi petunjuk kepada Setiadi (2022) “Wilayah Tolitoli ini terbuka bagi masyarakat pendatang, jadi dapat berbaur dengan masyarakat lainnya, untuk dapat hidup harmonis tanpa adanya pertikaian dan melalui nilai-nilai adat dapat menghormati kebudayaan yang ada di daerah ini kita ini”.

Melaksanakan Monodokan Bandela Kekuasaan menjelang Festival Matanggauk

img_title Sistem Pantun dalam Irama Batanghari Sembilan

Terdapat prosesi adat yang sesuai pelaksanaan adat istiadat sebelum prosesi Penobatan Yang Mulia Raja Tolitoli dengan melaksanakan Monodokan Bandela Kekuasaan. Ini menjadi kegiatan khusyuk karena melibatkan para tokoh adat Tolitoli, Dondo, dan Dampal. Pelaksanaan Monodokan Bandela Kekuasaan ini khusyuk dilaksanakan dengan makna mendirikan atau mengibarkan bendera adat kebesaran di Kompleks Rumah Adat Bale Masigi Totolri dan Pantai Gaukan Bantilan. Setiadi (2022) mengutarakan bahwa sejumlah tokoh adat Tolitoli, Dondo dan Dampal, sejak pagi hari menjelang siang hari dan kumandang Azan Zuhur tahun 2022 melaksanakan kegiatan khusyuk berupa mendirikan Bendera Adat Kebesaran di kompleks rumah adat Bale Masigi Totolri dan Pantai Gaukan Bantilan, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli sebagai rangkaian awal prosesi penobatan Yang Raja Tolitoli atau kegiatan festival Matanggauk hingga HUT Kabupaten Tolitoli.

Halaman Selanjutnya
img_title