Prosesi Sigofi Ngolo 2024 Khusyuk di Teluk Jailolo

Pelaksanaan prosesi Sigofi Ngolo 2024 Khusyuk di Teluk Jailolo
Sumber :
  • https://m.antaranews.com/foto/4231435/prosesi-ritual-sigofi-ngolo-ciptakan-harmoni-manusia-dan-alam-sekitar

Tradisi, VIVA BaliTradisi luhur untuk membersihkan laut dari kotoran sampah menjadi pelajaran bagi manusia agar dampak positif semakin banyak diraih. Tradisi luhur ini bagi masyarakat Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara dan sekitarnya disebut dengan ritual adat Sigofi Ngolo. Ritual Sigofi Ngolo juga dilaksanakan untuk meraih bersihnya batin dari kotoran seperti niat-niat buruk yang bersemayam pada diri manusia. Noviyanti (dalam rri.co.id, 2024) menulis ritual Sigofi Ngolo dilaksanakan di Teluk Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dan sekitarnya tidak hanya bertujuan membersihkan laut dari kotoran-kotoran sampah, tetapi juga dilaksanakan untuk membersihkan kotoran batin atau segala niat buruk yang bersemayam pada diri sebagai ritual penanda dibukannya Festival Teluk Jailolo yang rutin digelar setiap tahun.

img_title Mengapa Jenazah di Desa Trunyan Tidak Dikubur? Mengungkap Tradisi Unik Bali Aga

Prosesi Sigofi Ngolo dilaksanakan syahdu dari pelabuhan Jailolo menuju Pulau Babua

Tujuan mulia dalam Sigofi Ngolo adalah membersihkan hati dari kotoran batin dan menjaga kebersihan di lautan, masyarakat yang turut hadir dalam prosesi ini mengendarai perahu dari pelabuhan Jailolo menuju Pulau Babua dengan iringan doa-doa oleh para tetua dari Kesultanan Jailolo. Noviyanti (dalam rri.co.id, 2024) mengutarakan selama ritual adat Sigofi Ngolo berlangsung syahdu, terdapat iring-iringan kapal dengan hiasan bendera merah putih dan  pelangi yang bergerak dari pelabuhan Jailolo, menuju Pulau Babua. Beliau (dalam rri.co.id, 2024) menyimpulkan Pulau Babua sendiri dikenal sebagai pulau yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar karena selain sebagai obyek wisata, pulau ini juga terdapat tempat-tempat atau situs-situs keramat para pendahulu.

img_title Sistem Taat Adat dalam Hukum Adat Dayak Maanyan

Prosesi adat ini berlangsung syahdu juga karena hasil-hasil akulturasi seperti hasil penggabungan antara adat istiadat dan agama hidup dalam tradisi ini. Hasil akulturasi dalam tradisi luhur berasal dari bergabungnya nilai adat istiadat dan agama. Noviyanti (dalam rri.co.id, 2024) mengutarakan tatkala tradisi luhur Sigofi Ngolo digelar, perahu harus mengitari Pulau Babua sebanyak tiga kali dan diiringi pembacaan doa dari para tetua di Kesultanan Jailolo, sambil menaburkan bunga rampai sebagai sesaji di perairan sekitar pulau Babua, diikuti sejumlah tokoh, termasuk sultan Jailolo Ahmad Sjah dan para pengikutnya di kesultanan Jailolo.