Tradisi Luhur Tulude 2023 Juga Khidmat Digelar di Kota Bitung
- https://pn-bitung.go.id/index.php/berita/berita-terkini/item/tulude-bitung-2023
Tradisi, VIVA Bali –Tradisi Tulude berisi prosesi luhur mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Memelihara, meninggalkan tahun lama menuju tahun baru, dan memotong kue Tamo. Nuansa adat istiadat dan religius menghiasi tradisi Tulude ini dengan tujuan mengucap syukur, dan ketaatan spiritual. Tradisi Tulude yang khusyuk tidak selalu dilaksanakan di Papanuhung Tampungang Lawo Santiago, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dan sekitarnya. Badan Taman Nasional Bunaken (dalam tn-bunaken.com, 2023) menulis Tulude menjadi tradisi adat tahunan hasil akulturasi antara adat istiadat dan agama yang tidak hanya dilaksanakan di wilayah Nusa Utara dan sekitarnya tetapi di mana pun ketika terdapat pemukiman atau perkumpulan masyarakat Nusa Utara, tradisi ini tetap dilaksanakan khidmat. Pengadilan Negeri Kota Bitung (pn-bitung.go.id, 2023) mengutarakan prosesi gelar adat Tulude di Kota Bitung tahun 2023 diawali dengan iring-iringan kue adat Tamo dari Kelurahan Budaya Gunung Woka berkeliling Kecamatan Lembeh menuju bangsal upacara Tulude di Boulevard Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan sebelum Mayore Labo/Geguwa selaku pemimpin upacara adat menyambut Wali Kota dan Wakil Walikota Bitung selaku Tembonang U Banua yang bermaksud pemimpin negeri, Ibu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung selaku Wawu Boki yang bermaksud istri pemimpin negeri sampai prosesi Saliwangu Banua.
Tradisi Luhur Tulude Kota Bitung Dilaksanakan sampai Saliwangu Banua
Satu dari semua pengertian filosofi luhur pelaksanaan Tulude adalah melepaskan tahun yang lama dan menerima tahun baru dengan harapan tahun baru lebih baik dari tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe (dalam sangihekab.go.id, 2019) mengutarakan pada hakikatnya adalah kegiatan tradisi luhur dengan budaya luhur mengucap syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan Yang Maha Kuasa) atas berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang lalu, lalu melepas tahun yang lama kemudian siap menerima tahun yang baru. Tradisi luhur Tulude menurut Ma Embo Tin warga Desa Mantehage I Bango berketurunan Siau kepada Badan Taman Nasional Bunaken (dalam tn-bunaken.com, 2023) di Pulau Mantehage, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan pada hakikatnya, tradisi luhur Tulude atau Suhude adalah perayaan sakral yang awalnya dirayakan setiap tanggal 31 Desember, tetapi setelah masuk pengaruh agama Kristen di Nusa Utara, akhirnya diundur ke akhir bulan Januari. Badan Taman Nasional Pulau Bunaken (dalam tn-bunaken.com, 2023) menulis apa yang menarik dari tradisi luhur Tulude adalah saat pemotongan kue “Tamo”, kue tradisional yang mengandung beras ketan dan gula merah sehingga Kue Tamo diibaratkan keberkahan yang akan dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pengadilan Negeri Bitung (dalam pn-bitung.go.id, 2023) menulis tradisi luhur Tulude dilanjutkan dengan Saliwangu Banua di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara dan sekitarnya.