Festival Loy Krathong di Negeri Gajah Putih

Keindahan Festival Loy Krathong
Sumber :
  • https://www.phuket.net/articles/2024/10/loy-krathong-festival-phuket-enchanting-celebration-water/

Tradisi, VIVA BaliThailand yang dijuluki sebagai Negeri Gajah Putih selalu menyimpan kekayaan tradisi yang membuat kita berdecak kagum. Di antara sekian banyak festival, Loy Krathong berdiri sebagai salah satu festival paling spektakuler, magis, dan dinantikan setiap tahunnya. Dirayakan di bawah sinar bulan purnama pada bulan ke-12 kalender lunar Thailand (biasanya terjadi pada bulan November), festival ini mengubah wajah sungai, kanal, dan danau di seluruh negeri menjadi lautan cahaya yang berkelap-kelip.

img_title Sistem Adat dalam Sejarah Tari Luruk Taggai

Makna dan Filosofi Menghanyutkan Cahaya

Secara etimologi, nama festival ini berasal dari dua kata dalam bahasa Thailand Loy yang berarti mengapung atau mengalir, dan Krathong yang merujuk pada wadah kecil seperti keranjang atau rakit yang biasanya terbuat dari batang dan daun pisang. Jadi, secara harfiah, Loy Krathong dapat diartikan sebagai ritual menghanyutkan keranjang ke air.

img_title Mengenal Tradisi Pacu Jalur Riau, Perlombaan Perahu Warisan Budaya yang Mendunia

Bagi masyarakat Thailand, filosofi dari festival ini sangat mendalam. Ritual melepaskan krathong ke perairan memiliki dua tujuan spiritual. Pertama adalah sebagai bentuk penghormatan dan permohonan maaf kepada Phra Mae Khongkha (Dewi Air) atas penggunaan air sepanjang tahun serta pencemaran yang mungkin dilakukan umat manusia terhadap sungai. Kedua, krathong menjadi simbol pembersihan diri. Banyak orang percaya bahwa dengan menghanyutkan krathong, mereka turut membuang amarah, dendam, nasib buruk, dan sisi gelap diri mereka agar terbawa arus sungai, sembari memanjatkan doa untuk keberuntungan di masa depan.

Jejak Sejarah dan Legenda Nang Nopphamat

img_title Menari di Atas Api, Menyingkap Magis dan Filosofi Tari Kecak Bali

Loy Krathong memiliki sejarah yang panjang dan sedikit misterius. Sebagian sejarawan meyakini festival ini bermula dari ritual Brahmana kuno untuk memuja Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma yang kemudian diadaptasi oleh penganut Buddha di Thailand sebagai penghormatan kepada jejak kaki Sang Buddha di tepi Sungai Nammathanati, India.

Namun, legenda yang paling populer di kalangan masyarakat Thailand mengaitkan festival ini dengan Kerajaan Sukhothai pada abad ke-13. Dikisahkan ada seorang wanita istana yang cantik dan cerdas bernama Nang Nopphamat. Dia adalah selir Raja Sri Indraditya, orang pertama yang menciptakan krathong berbentuk bunga teratai yang indah untuk dipersembahkan kepada raja dan dilarung ke sungai. Meskipun kebenaran sejarah mengenai sosok Nang Nopphamat masih diperdebatkan, namanya tetap dikenal oleh masyakar Thailand. Hingga kini, kontes kecantikan yang diadakan selama festival berlangsung dinamakan “Kontes Ratu Nopphamat” sebagai penghormatan terhadap legenda tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title