Festival Meti Kei yang Kuatkan Budaya Luhur di Maluku Tenggara
- https://m.antaranews.com/berita/1142918/pesona-wer-warat-di-ohoi-danar-lumefar
Budaya, VIVA Bali –Budaya Indonesia dalam tradisi menangkap ikan ramai-ramai di laut dalam merupakan tradisi yang menggambarkan budaya luhur dan semangat gotong royong. Kebaikan dalam budaya spiritual Indonesia menjadi menyala dengan semangat melestarikan budaya luhur. Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara (dalam maluku.kemenag.go.id, 2025) menceritakan untuk upaya mendukung pelestarian budaya daerah yang luhur serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial dan pembangunan, Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara turut berpartisipasi dalam kegiatan tradisi Meti Kei di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, 26 Oktober 2025.
Masyarakat dari Berbagai Latar Belakang Memanfaatkan Kesempatan Ini untuk Melestarikan Budaya Luhur di Kabupaten Maluku Tenggara
Kegiatan memperkenalkan dan mempraktikkan budaya luhur ini dilaksanakan di selatan Pulau Kei Kecil. Festival adat yang terkenal dalam Festival Meti Kei adalah Wer Warat yang penuh semangat diikuti oleh masyarakat setelah dibuka secara keagamaan oleh para pemuka adat Kei. Alaydrus (dalam antaranews.co.id, 2019) menulis setelah dibuka secara keagamaan oleh pemuka adat Kei, Wer Warat dalam Festival Meti Kei merupakan salah satu tradisi atau budaya lokal di Maluku Tenggara dan sekitarnya yang melibatkan banyak orang tanpa memandang SARA untuk menangkap ikan laut secara tradisional menggunakan tali berukuran panjang dihiasi janur kuning pohon kelapa, kemudian ditarik secara bersamaan oleh warga dari arah laut menuju darat. Kementerian Agama Langgur (dalam maluku.kemenag.go.id, 2025) menceritakan rinci kegiatan yang termasuk dalam bidang sosial budaya dengan program Pelestarian Budaya Lokal Kei sebagai warisan luhur dari leluhur ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara pada Sabtu, 26 Oktober 2025, bertempat di Pantai Danar Sare dan sekitarnya, mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai.
Nuansa adat dan keagamaan sangat sejukkan hati dan kondusif saat Festival Meti Kei dilaksanakan hingga ditutup secara resmi. Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara (dalam maluku.kemenag.go.id, 2025) menulis daftar kegiatan tradisi adat yang luhur ini meliputi tradisi menangkap ikan laut bersama (Meti atau Wer Warat) serta pertunjukan seni dan musik tradisional Kei yang diikuti oleh berbagai unsur, termasuk Forkopimda, ASN Kementerian Agama, pengurus dan anggota DWP Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara, para tokoh adat, serta masyarakat setempat.