Festival Cap Go Meh Singkawang! Ledakan Budaya yang Menyatukan Tionghoa, Dayak, dan Melayu

Pelaksanaan Cap Go Meh.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/B8UE8wwh_yC/?igsh=NW1vM2dnbzQ0b240

Budaya, VIVA Bali –Kota Singkawang, Kalimantan Barat, kembali bersiap menggelar Festival Cap Go Meh, perayaan budaya terbesar yang menutup rangkaian Tahun Baru Imlek di Indonesia. Festival ini menjadi magnet wisata tahunan yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Secara etimologis, “Cap Go Meh” berasal dari bahasa Hokkien yang berarti malam kelima belas. Tanggal ini menandai puncak dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek, tepat dua minggu setelah malam tahun baru. Malam tersebut menjadi simbol datangnya purnama pertama dalam tahun baru, yang diyakini membawa keberuntungan, kemakmuran, serta harapan baru bagi umat Tionghoa.

img_title Sistem Motif dalam Batik Jambi

Namun, di Singkawang Cap Go Meh bukan sekadar ritual keagamaan. Festival ini telah menjelma menjadi pesta budaya rakyat yang menyatukan berbagai etnis dalam semangat kebersamaan. Perayaan ini mencerminkan toleransi dan akulturasi budaya yang telah menjadi identitas kuat masyarakat Singkawang selama berabad-abad.

 

img_title Sistem Taat Adat dalam Hukum Adat Dayak Maanyan

Rangkaian Perayaan Cap Go Meh

Menjelang Cap Go Meh, Singkawang mulai berubah wajah. Ribuan lampion merah bergelantungan di sepanjang jalan utama kota, menerangi malam dengan cahaya yang hangat dan simbolik. Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyampaikan bahwa tahun 2025, panitia tak hanya mempercantik kota dengan ornamen khas, tetapi juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan kegiatan budaya untuk memeriahkan suasana.

img_title Sistem Gotong Royong dalam Kenduri Sko Kabupaten Kerinci

Rangkaian acara puncak yang menjadi magnet wisatawan antara lain:

1. Atraksi Tatung

Inilah ikon utama Festival Cap Go Meh Singkawang. Tatung adalah seseorang yang dipercaya dirasuki roh dewa atau leluhur untuk mengusir roh jahat. Mereka beratraksi di atas tandu, berjalan di atas pedang, atau menusuk pipi dengan benda tajam tanpa merasa kesakitan. Atraksi ekstrem ini menjadi simbol kekuatan spiritual dan perlindungan bagi kota.

2. Kirab Budaya dan Toapekong

Arak-arakan besar menampilkan ratusan Tatung, Toapekong (patung dewa), kelompok barongsai, dan liong naga. Sepanjang jalan, pengunjung disuguhi pertunjukan budaya yang memadukan kekuatan spiritual, seni, dan ritual keagamaan.

3. Pertunjukan Barongsai dan Liong

Gerakan lincah dan atraktif dari para pemain barongsai serta naga liong menambah kemeriahan festival. Iringan musik tambur dan simbal yang menggema di seluruh penjuru kota menyalakan semangat penonton.

Halaman Selanjutnya
img_title