Tradisi Larung Sesaji di Pantai Selatan Jawa, Doa yang Dilarung ke Samudra
- https://www.instagram.com/p/C_QEQpHyTP4/?igsh=MXhsMWxqd2t0cmxndw==
Tradisi, VIVA Bali –Pantai selatan yang berombak ganas terdapat masyarakat pesisir Jawa menyalakan doa dan harapan melalui sebuah tradisi tua bernama Larung Sesaji. Tradisi ini bukan sekadar ritual adat, melainkan perwujudan rasa syukur atas rezeki dari laut serta doa keselamatan bagi para nelayan yang menantang ombak setiap hari. Seiring waktu, Larung Sesaji tak hanya menjadi kegiatan spiritual, tetapi juga simbol kearifan lokal yang memperkuat hubungan manusia dengan alam semesta.
Larung Sesaji merupakan ekspresi religius dan budaya masyarakat pesisir yang telah diwariskan turun-temurun. Bagi masyarakat Jawa, laut bukan hanya sumber penghidupan, melainkan juga tempat sakral yang harus dihormati.
Melalui Larung Sesaji, mereka mengungkapkan syukur atas hasil tangkapan ikan, memohon keselamatan saat melaut, serta menjaga keharmonisan dengan alam. Ritual ini juga mengandung pesan sosial untuk mengingatkan manusia agar tidak serakah dalam mengambil hasil laut dan senantiasa menghormati sumber kehidupan.
Selain itu, tradisi ini menumbuhkan solidaritas antarwarga, memperkuat gotong royong, dan meneguhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya leluhur.
Tradisi Larung Sesaji biasanya digelar setahun sekali, terutama pada tanggal 1 Suro (Tahun Baru Jawa), atau bertepatan dengan bulan Ruwah dan setelah Idul Fitri, tergantung adat setempat.
Ritual dimulai dengan arak-arakan sesaji dari balai desa menuju bibir pantai. Warga berpakaian adat Jawa membawa berbagai bentuk persembahan: tumpeng nasi kuning, hasil bumi, bunga-bungaan, kain batik, bahkan kepala sapi. Sesaji itu ditempatkan di atas rakit kecil berhias janur dan bunga melati, lalu dilarung ke laut lepas sambil diiringi doa dan gamelan.
Prosesi ini melambangkan pelepasan beban, rasa syukur, serta pengharapan agar laut senantiasa membawa berkah dan keselamatan bagi para nelayan.
Setelah sesaji dilarung, masyarakat biasanya melanjutkan dengan kenduri bersama, makan tumpeng, dan perebutan jolen (sesaji) sebagai simbol berebut berkah.
Tempat Pelaksanaan Larung Sesaji
Salah satu pelaksanaan Larung Sesaji paling terkenal berada di Pantai Jonggring Saloko, Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Tahun ini, ritual sakral tersebut digelar pada Jumat, 11 Juli 2025, dan diikuti ratusan warga pesisir serta wisatawan yang ingin menyaksikan kemegahan tradisi budaya Jawa di tepi Samudra Hindia.