Mitos dan Mistis 11 Pantai Terkenal di Indonesia
Rabu, 23 September 2026 - 20:21 WIB
Sumber :
- https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/artikel/pantai-glagah-wangi-istambul-pesona-wisata-tersembunyi-di-demak-jawa-tengah
Mistis, VIVA Bali –Nusantara menyimpan pesona bahari yang tidak hanya menawarkan pemandangan eksotis, tetapi juga menyimpan lapis-lapis sejarah, mitos turun-temurun, serta tradisi kuno yang masih terjaga. Berdasarkan catatan sejarah dan cerita rakyat setempat, berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber resmi mengenai daya tarik, historis, hingga hal tabu di balik pantai-pantai legendaris di Indonesia.
1. Pantai Parangtritis, Yogyakarta: Gerbang Mistis Laut Selatan
- Historis: Nama Parangtritis berasal dari kata paran (karang) dan tumatitis (tetesan air), merujuk pada air yang menetes dari celah batu karang. Konon, tempat ini menjadi lokasi pelarian pelakor Kesultanan Majapahit bernama Dipokusumo.
- Kepercayaan & Tradisi: Dipercaya sebagai gerbang utama Kerajaan Ratu Laut Selatan, Nyai Roro Kidul. Tradisi upacara Labuhan secara rutin digelar pihak Keraton Yogyakarta sebagai bentuk syukur dan permohonan keselamatan.
- Hal Tabu: Dilarang mengenakan pakaian berwarna hijau terang karena diyakini sebagai warna kesukaan sang penguasa laut yang dapat menarik petaka.
- Rute & Biaya: Terletak 27 km dari pusat kota Yogyakarta (1 jam berkendara ke arah selatan melalui Jalan Parangtritis). Tiket masuk Rp10.000 per orang.
- Kuliner & Penginapan: Nikmati olahan seafood segar di Pantai Depok terdekat. Pilihan penginapan bervariasi dari losmen sederhana hingga hotel berbintang di kawasan Bantul dengan kisaran harga Rp150.000 hingga Rp600.000 per malam.
- Waktu Terbaik: Sore hari menjelang matahari terbenam (pukul 17.00 WIB) saat cuaca cerah.
2. Pantai Kuta, Bali: Dari Pelabuhan Dagang Kuno Menjadi Surga Dunia
- Historis: Tercatat dalam dokumen lontar abad ke-14 (1336 M), Kuta mulanya adalah perkampungan nelayan dan pelabuhan dagang kecil tempat kapal-kapal singgah.
- Kepercayaan & Tradisi: Masyarakat Hindu Bali memandang pantai sebagai zona suci (nyegara gunung), tempat melarung segala kotoran batin dan melakukan ritual keagamaan seperti Melasti menjelang Hari Raya Nyepi.
- Hal Tabu: Menginjak atau melangkahi sesajen (canang sari) yang diletakkan warga di sekitar pesisir pantai.
- Rute & Biaya: Berjarak sekitar 15 menit berkendara dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau 30 menit dari pusat Denpasar. Akses masuk pantai gratis (biaya parkir motor Rp2.000, mobil Rp5.000).
- Kuliner & Penginapan: Tersedia ribuan pilihan kuliner dari warung lokal hingga restoran internasional. Penginapan sangat beragam, mulai dari hostel backpacker seharga Rp100.000 hingga resort mewah jutaan rupiah.
- Waktu Terbaik: Bulan April hingga Oktober saat musim kemarau dan angin mendukung aktivitas selancar.
Halaman Selanjutnya
3. Pantai Senggigi, Lombok: Legenda Sang Putri dan Keindahan Selat Lombok